0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Sometimes giving something before its time is the most beautiful way to show we care.”

 

Saat ibu muda itu meraih tas kainnya, ia baru menyadari sesuatu. Jari-jarinya menyentuh label kecil di sudut tas, yang masih terlipat rapi dan belum dilepas. Ia menatap Mbak Patsy dengan sedikit terkejut.

 

“This one, it’s new, isn’t it? You haven’t sold these yet.” Mbak Patsy tertawa kecil dan mengangguk. “Yes, my staff just finished sewing them before coming here to China. They weren’t even supposed to be on display yet.”

 

Tas itu memang salah satu yang paling cantik. Motif bunganya berpadu dengan kain tenun di tepinya, sementara benang pastel di jahitannya memberi kesan hangat, seolah masih menyimpan sentuhan dari tangan yang membuatnya.

 

“I can’t take this one,” ujar sang ibu pelan. Namun Mbak Patsy hanya menggeleng dengan senyum tenang. “Please, just take it. Some things are meant to be used, not kept and its free for you.A gift from me.”

 

Sang ibu memeluk tas itu di dadanya, seakan tahu bahwa yang ia terima bukan sekadar tas kain perca, melainkan ketulusan yang dijahit dalam setiap lekuknya.

 

Di tengah hiruk pikuk trade show yang penuh suara tawar-menawar, muncul satu moment hening yang tak direncanakan yaitu moment ketika sesuatu yang sederhana berubah menjadi hadiah yang nilainya melampaui harga.

 

Mungkin itulah bentuk paling jujur dari memberi, saat kita rela melepaskan sesuatu yang belum waktunya pergi, hanya karena hati tahu bahwa kebaikan selalu menemukan jalannya sendiri.

 

“Some gifts are meant to be given before we are ready to let them go, simply because the heart knows their place is elsewhere.”

Part 3.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!