Melanie Subono adalah penyanyi sekaligus presenter yang berasal dari Indonesia, kini Ia lebih aktif sebagai aktivis lingkungan. Melanie lahir di Hamburg, Jerman, 20 Oktober 1976 dari pasangan Adrie Subono dan Chrisye. Ayah Melanie bekerja sebagai promotor musik di Indonesia dan juga pendiri Java Musikindo.
Melanie merupakan cucu keponakan dari Presiden Indonesia ke-3 yaitu Bapak Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang lebih dikenal dengan sebutan B.J Habibie. Darah seni Adrie Subono sudah mengalir ke diri Melanie, Ia pun juga menyukai musik bergendre rock n roll sama seperti ayahnya.
Didukung penuh oleh sang ayah, Melanie memberanikan diri untuk terjun ke dunia musik dan membuat album bergendre rock n roll yang berjudul “Melanie” pada tahun 2004.
Meski album tersebut tidak mendapat banyak sambutan dari masyarakat, Melanie terus berkarya pada bidang musik. Sikap pantang menyerah itu sangat terlihat pada karya di beberapa albumnya, seperti Myself (2007), Time Alone with You (2010), Aku, Kamu, Mereka, Kalian (2012) dan Berakhir & Selesai (2014).
Sebagai seorang penyanyi, Melanie juga sering mengkampanyekan peduli lingkungan lewat musik. Wanita berwajah manis ini kini juga aktif melakukan aksi-aksi peduli lingkungan. Ia adalah salah satu anggota di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI).
Di tahun 2009, Melanie ikut menyuarakan pelestarian penyu di Pantai Kuta, Bali. Melanie dan kawan-kawan lainnya membentangkan spanduk sepanjang 100 meter yang bertuliskan “Only One From Thousand Will Survive”. Dengan keikutsertaan ini, Melanie berharap bisa menurunkan perdagangan penyu di Indonesia.
Pada tahun 2011, Melanie ikut serta pergi ke Palembang mengikuti acara penanaman pohon trembesi di kantor sekretariat organisasi WALHI. Sebagai pecinta lingkungan, Melanie sering menunjukkan kepada masyarakat sekitar dan sering melakukan sosialisasi kepada orang-orang mengenai kesadaran lingkungan terutama fokus kepada pengurangan penggunaan plastik dan melakukan penanaman pohon.
Tidak hanya giat menyuarakan, Melanie mengaku sudah tidak menggunakan kantong plastik lagi, selalu menanam pohon di rumah dan selalu menggunakan bahan ramah lingkungan.
Melanie juga sangat peduli pada fauna di Indonesia yang sudah terkikis populasinya, salah satunya orang utan. Bekerjasama dengan Yayasan Profauna pada tahun 2013, Melanie mendukung pelestarian hewan langka orang utan. Menurut Melanie, berburu sebagai hobi olahraga boleh saja asalkan jangan sampai membunuh atau menyakiti hewan langka tersebut.
Di tahun yang sama, Melanie melakukan jumpa pers pada program yang berjudul “Orangutan Journey” di salah satu stasiun televisi di Indonesia. Melanie sangat berharap agar pemuda di Indonesia, terutama anak-anak di masa yang akan datang tidak hanya sekedar membaca buku tetapi juga melakukan aksi nyata peduli kepada lingkungan, termasuk fauna.
Melanie adalah satu-satunya wanita Asia yang mendapat kontrak pada salah satu perusahaan boots yang terkenal di dunia. Melanie memberitahukan kepada perusahaan tersebut bahwa Ia adalah seorang vegan murni dan saat itu Ia mengajukan persyaratan untuk mengganti bahan sepatu boots dengan bahan yang ramah lingkungan.
Pada tahun 2015, Melanie turut serta ke Rembang, Jawa Tengah untuk melindungi lingkungan alam dan penduduk yang ada di sana. Pada saat itu Melanie dan Anggota WALHI lainnya sangat menentang keras serta memberhentikan pembangunan pabrik milik PT Semen Indonesia. Menurut Melanie pabrik ini akan menjadi penyumbang bencana terbesar di daerah tersebut apabila dibiarkan berdiri.
Pada November 2015, Ia juga ditunjuk sebagai pembicara pada acara Konferensi Tingkat Tinggi Perubahan Iklim (Conference of Paties). Acara ini bertujuan agar masyarakat sadar bahwa kondisi bumi saat butuh pembenahaan dan bertanggung jawab atas apa yang sudah dilakukan terhadap bumi.
Pada awal tahun 2017, Melanie juga menceritakan kesedihannya tentang hewan-hewan yang dijadikan bisnis serta tidak mendapat perlakuan sewajarnya oleh manusia, seperti pinguin yang dibunuh lalu di beri air keras dan dipajang, kaka tua jambul kuning yang ditangkap dan dimasukkan dalam botol air mineral, lumba-lumba yang diterbangkan kering menggunakan pesawat, beruang madu yang terlihat kelaparan di KBB, serta penyiksaan anjing yang kian marak terjadi. Tidak pikir panjang, hal-hal tersebut langsung Ia laporkan kepada pihak yang berwajib.
Di tahun yang sama, Melanie ikut serta pada program Musika Foresta, program ini bertajuk “Hutan itu Indonesia”. Di sini Ia mengkampanyekan pelestarian hutan lewat sebuah lagu.
Jiwa peduli lingkungan dalam diri Melanie begitu besar tertanam pada dirinya . Dibuktikan dengan begitu banyak hal yang Ia lakukan demi berkontribusi dalam upaya menyelamatkan bumi. Hal tersebut sangat menginspirasi, kita bisa mencoba menerapkan apa yang telah Ia contohkan pada diri kita masing-masing.


