“There is a difference between waiting and allowing things to unfold, one holds on to time and the other trusts it without rushing.”
Saya tetap berdiri di sana, cukup lama hingga suara langkah kaki mulai bertambah di belakang saya.
Seseorang berhenti sejenak dan menekan tombol dengan cepat lalu pergi sambil membuka kalengnya. Semuanya dilakukan dengan langkah terburu-buru, seolah sudah menjadi bagian dari ritme yang normal.
Saya justru tidak bergerak. Ada jeda kecil yang biasanya saya lewati begitu saja, kini terasa lebih jelas.
Bukan kekosongan tetapi ruang yang tenang yang tidak meminta untuk segera diisi.
Di dalam perjalanan yang biasnya saya ukur dengan waktu dan hasil, moment seperti ini terasa hampir asing. Tidak melakukan apa apa, namun tidak juga merasa tertinggal.
Di situ saya mulai mengerti, terkadang kejelasan tidak datang saat kita akhirnya memilih tetapi saat kita berhenti sejenak dan memberi diri sendiri ruang untuk tidak terburu-buru.
Oh well dan mungkin dari jeda kecil itu, langkah berikutnya terasa lebih ringan karena datang dengan sendirinya tanpa perlu dipaksa.
“Some moments are not for deciding, but for allowing things to unfold in their own unhurried time.”
Part 2.

