0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Not every memory fades, some stay quiet until something gently wakes them.”

 

Lampu vending machine itu menyala contrast, memantulkan cahaya biru dan merah di tengah pagi yang masih sepi. Saya berdiri tanpa benar benar ingin membeli, hanya memandangi deretan minuman yang tersusun rapi di balik kaca.

 

Pandangan saya berhenti pada satu kaleng berwarna gelap di pojok kanan dengan tulisan Van Houten cocoa. Warnanya tenang dan tidak mencolok tetapi entah kenapa terasa begitu akrab

 

Dalam sekejap, pikiran saya terlempar jauh ke puluhan tahun silam. Dulu, chocolate Van Houten hadir dalam bungkus berukuran mungil dengan tiga warna yang selalu saya ingat.

 

Orange, kuning, dan merah. Bungkusnya tipis dan mudah dibuka dengan rasa yang berbeda di setiap warna.

 

Ada yang sedikit pahit, ada yang lebih manis dengan sentuhan susu juga ada juga yang membawa aroma jeruk yang ringan dan hangat saat turun ke dada.

 

Di situ saya mulai mengerti bahwa terkadang yang membuka kembali semuanya bukanlah moment besar melainkan hal yang jauh lebih kecil.

 

Satu kata, satu nama atau bahkan satu huruf yang terasa begitu akrab. Seperti melihat tulisan Van Houten di sudut kaleng itu dan tiba tiba seluruh ingatan saya ikut terbangun tanpa diminta.

 

“Not every memory fades, some simply rest until they are recognized again.”

Part 3.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!