“Sleep is the golden chain that ties health and our bodies together.” – Thomas Dekker
Malam makin larut dan suara ombak terdengar seperti napas panjang yang tak pernah berhenti. Sophie sudah berbaring dan matanya hampir tertutup, tapi tangannya masih sempat meraih bunga kecilnya seakan belum benar-benar rela melepas.
Cahaya lampu redup jatuh lembut di wajahnya, berpadu dengan bayangan tipis dari tirai. Kamar terasa sunyi, hanya diisi suara ombak dan hembusan napas Sophie yang perlahan masuk ke dalam mimpi.
Chloe sempat naik ke lantai dua lalu turun kembali dengan wajah segar sembari berceloteh tentang dapur kecil yang menurutnya lucu karena jendelanya menghadap jalan setapak.
Nigel sudah tertawa lelah, akhirnya tergeletak begitu saja di kasurnya, sementara Chris memastikan semua pintu dan jendela terkunci dan gorden tertutup rapat.
Saya berbaring sambil menatap langit-langit kayu dan membiarkan aroma asin laut masuk lewat celah jendela. AC berdengung pelan, bukan sekadar menyejukkan tapi seperti memberi ruang bagi tubuh untuk benar-benar beristirahat.
Dalam diam saya sadar, tidur pun bisa menyimpan pelajaran. Tidak ada perjalanan yang lengkap tanpa istirahat dan tidak ada kenangan yang mampu menetap tanpa jeda.
Sama seperti bunga kangkung laut di tangan Sophie yang akhirnya dilepas, hati pun perlu tahu cara berhenti sejenak agar esok bisa kembali menyambut keindahan yang baru.
“The best bridge between despair and hope is a good night’s sleep.” – E. Joseph Cossman
Part 11.

