0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The two most powerful warriors are patience and time.” – Leo Tolstoy

 

Saya mengangguk pelan lalu mendekati salah seorang pekerja yang duduk di bangku kayu. Suara obrolan mereka berhenti sesaat, berganti dengan tatapan ramah namun penuh tanya.

 

“Permisi, Pak. Selamat siang, maaf mengganggu,” suara terdengar terburu dengan napas sedikit tersendat. “Apakah di sini bisa service mobil? Ada lampu kecil merah yang menyala di dashboard, saya takut ada yang rusak.”

 

Seorang lelaki berkaus merah menaruh gelas kopinya ke lantai. “Bisa, Bu. Tapi antrian sudah sampai minggu depan.” Sembari menunjuk barisan mobil dan truck yang berderet di halaman, bahkan sebagian keluar hingga ke pinggir jalan.

 

Saya memandang sekitar dengan dada semakin berat. “Pak… maaf, apakah mungkin minta tolong hari ini dikerjakan?.” Suara saya semakin panic, berusaha menahan agar air mata tidak pecah.

 

Ia menghela napas pelan. “Nanti setelah jam makan siang Ibu kembali ke sini. Boss kami yang menentukan apakah bisa dikerjakan lebih cepat. Sekarang Pak Boss sedang di atas, makan siang dulu.”

 

Saya hanya bisa mengangguk, meski degup jantung masih berdebar kencang. Di dalam hati ada rasa getir, seakan diingatkan bahwa dunia tidak selalu ikut berlari bersama kepanikan kita.

 

Segala sesuatu punya waktunya sendiri dan yang bisa kita lakukan hanyalah menunggu dengan cemas hingga akhirnya ritme itu membuka ruang untuk kita masuk.

 

“The clock listens only to time, not to worry.”

Part 29.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!