0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“We grow not by forcing answers but by learning to sit with questions.”

 

Suara roda kecil trolley kembali terdengar pelan di lorong, lebih halus dari sebelumnya, hampir menyatu dengan dengung machine yang stabil.

 

Lampu cabin sudah diredupkan sejak tadi. Dimoment seperti ini, cabin terasa lebih sunyi, seolah setiap orang perlahan tenggelam dalam pikirannya masing-masing.

 

Pramugari berjalan perlahan, kali ini bukan untuk menawarkan apa pun, tetapi mengumpulkan cangkir-cangkir yang tersisa. Ia berhenti di beberapa kursi, membungkuk sedikit dengan suara rendah dan singkat agar tidak mengganggu.

 

Di baris depan, bapak itu menyerahkan cangkirnya dengan anggukan kecil. Gerakannya tenang dan tanpa tergesa. Setelah itu, tangannya kembali terdiam di pangkuan, kosong dan tanpa ada sesuatu untuk digenggam.

 

Ia tidak melakukan apa-apa. Hanya duduk dan menatap ke depan tanpa benar-benar melihat. Saya memperhatikannya sejenak lalu kembali mentap ke jendela.

 

Oh well, ternyata ada moment ketika tidak ada lagi yang bisa kita pegang dan tidak ada distraksi kecil untuk menenangkan diri.

 

Di situ, kita mulai mengerti bahwa ketenangan bukan tentang menemukan jawaban tetapi tentang mampu tetap tinggal bersama hal-hal yang belum terjawab.

 

“Sometimes the deepest peace comes from accepting what is still unfolding.”

Part 10.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!