“In every real man, a child is hidden that wants to play.” Friedrich Nietzsche
Sore mulai turun perlahan. Halaman dipenuhi gelembung sabun yang datang dan pergi seperti pikiran yang enggan tinggal terlalu lama.
Chloe duduk di lantai sembari meniup perlahan dengan konsentrasi penuh. Sophie tengkurap dan dagunya bertumpu pada tangan sambil menatap gelembung naik ke udara.
“Mama, do bubbles get tired of flying?” Chloe bertanya tanpa menoleh. Saya mendekat. “Menurut Chloe, bagaimana?”
Chloe menatap jauh beberapa detik dengan alis yang berkerut. “Maybe they don’t get tired. Maybe they just know when it’s time to rest.”
Saya duduk di samping mereka ditemani angin sore membawa aroma tanah dan daun.
Detik itu terasa melambat, hanya napas perlahan, tawa ringan dan gelembung sabun yang pecah disambut derai tawa mereka.
Sophie berbisik “This is my favorite game.” Chloe mengangguk cepat “Mine too! Try it, Mama” Saya meraih stick dan meniup gelembung sabun ke udara dan seketika melihat warnanya menari di cahaya sore.
“We don’t stop playing because we grow old. We grow old because we stop playing.” George Bernard Shaw
Part 25.

