0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“In the stillness, the world rewrites itself.”

 

Entah bagaimana saat di lorong toko itu, segalanya terasa sedikit berbeda. Bukan karena cahaya lampu yang seakan meredup, tapi music di kepala yang tadinya berputar cepat kini mengalun lebih lambat.

 

Ada sesuatu di udara yang membuat napas terasa sedikit lebih lega. Bapak itu memang sudah lama menghilang di balik sudut, tapi bayangan tangannya yang sabar memutar telur satu per satu masih melekat di ingatan.

 

Gerakan sederhana yang tanpa tergesa, seperti sedang berbicara dengan waktu, dan waktu memilih untuk mendengarkan.

 

 

Suara plastic kemasan yang bergesek, roda trolley yang berderit pelan hingga langkah-langkah orang yang berlalu di belakang, semua bergerak dengan tempo yang sama seperti sebelumnya.

 

Namun entah kenapa, semuanya terasa lain. Seperti dunia tetap berputar dengan kecepatan yang sama, hanya saja saya yang mulai berjalan dengan ritme yang berbeda.

 

 

 

Kadang, perubahan itu datang tanpa kata dan tanpa tanda. Tidak selalu lewat moment besar yang gemuruh, tapi justru lewat jeda-jeda kecil yang nyaris luput dari perhatian.

 

Sore itu, langkah saya melambat, pandangan terasa lebih luas, dan hati terasa lebih tenang.

 

“Still water reflects the deepest skies.”

Part 22.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!