“When we truly notice, even the softest sunlight can make ordinary moments feel alive.”
Setelah berdiri di belakang mereka beberapa saat, saya akhirnya berjalan mendekati pegangan besi dan menatap garis cakrawala yang samar. Riak-riak kecil di permukaan laut terlihat larut dalam gerakannya yang tenang.
Sophie menarik napas panjang lalu menoleh ke arah gelombang ombak dan matanya mengikuti setiap gerak air. Terlihat sederhana namun tak pernah sama satu pun deburannya.
“Look” kata Nigel pelan, menunjuk ke arah matahari yang cahayanya kini berubah dan perlahan menjadi lebih terang.
Mereka bertiga ikut menatap dan membiarkan diri mereka larut pada perubahan warna yang begitu halus tapi indah.
Oh well, kadang kita terlalu sibuk memikirkan tujuan atau waktu yang akan datang, sampai lupa memperhatikan langkah-langkah kecil yang terjadi saat ini.
Bukan karena moment itu dramatis tapi karena kehadiran kita sendiri yang mampu memberi makna pada hal-hal yang biasanya terlewat.
Bahkan sesederhana cahaya mentari ketika diperhatikan dengan sepenuh hati, bisa membuat hening terasa hidup dan setiap detik tidak lagi membosankan.
“In quiet observation, even light becomes a companion, not just a sight.”
Part 12.

