0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Dating with your products.

 

“Trust the process, you will discover a lot about yourself through hardship”

Robert Tew

 

 

Seandainya saya hidup di dunia mimpi tentunya  jika ada buku “ sukses secepat satu kedipan mata ” atau “ sukses cara cepat melebihi kecepatan cahaya” akan saya borong semua buku tersebut.

 

Kalau perlu saya menabung untuk beli copy rightnya dan saya jual lagi, karena pasti banyak yang mau tapi berhubung ini dunia mimpi, jangan protes jika di bayarnya pun pakai uang monopoly. #PLAK, bangun

 

Di dunia nyata,  semua itu  berproses, ada  jungkir baliknya, ada posisi saltonya, ada kayangnya  dan segala posisi acrobat lainnya . Lebih hebatnya lagi , belum selesai salto , sudah harus kayang, sudah harus jumpalitan sana sini tanpa warming up. Ouch, bisa keseleo hayati,bang.

 

Sebagai seorang ibu waktu itu dengan anak yang masih kecil, bahkan ada yang masih baby, walaupun ada nanny yang membantu, tetap saja anak kalau nangis pasti teriaknya mamaaaaaa, bukan mbak’eeee. #teriak manja, tapi belum bisa kibas poni karena masih baby.

 

Yah bisa dibayangkan, walaupun saya bukan octopus, tapi akhirnya harus belajar selincah octopus dan hidup rasanya seperti lagi main circus, tiap hari harus acrobat untuk membagi waktu.

 

Posisi saya dulu:”semua divisi ” karena belum mampu hire staff ,dari sebagai boss, merangkap marketing untuk mengejar ngejar dan berdoa agar ada importer yang nyangkut ordernya .

 

Saya juga merangkap bagian purchasing ( ini istilah kerennya ), realitanya adalah dari bagian cari material ke pelosok demi mencari material murah sampai bagian cari tukang yang handal tapi mau terima order sedikit waktu itu.

 

Selain itu merangkap sebagai security ( ini juga istilah kerennya) , realitanya adalah bagian mengejar ngejar tukang untuk menyelesaikan pekerjaan.

 

Setelah sudah masuk pasar export America, walaupun order masih belum banyak dan harga juga masih banting bantingan alias harakiri, saya sering bertanya pada semut di dinding, “kapan yah bisa export  yang jumlahnya bisa satu container betulan,  jangan satu container tup***ware”.

#puk puk

 

Saya sangat berterima kasih kepada teman saya yang sangat humble, Mbak Ayu atas semua ilmunya .

 

Dia sudah sangat ahli ,bagaimana tidak ahli, terima order product dengan jumlah sampai 1 juta pieces per PO sudah  hal biasa buat Mbak sayangku yang sangat strong ini. Kebayang kan berapa container itu .Lebih hebatnya lagi , harganya bukan harga harakiri  #hugs to Mbak Ayu.

 

Memang saya sudah sering mendengar ,kalau sudah bisa export ke Jepang, export ke Negara lain tinggal merem. Kenapa ? Importir Jepang sangat peduli terhadap kualitas. Sekali mereka dikecewakan maka kelar hidup lo . Tiga hal yang paling utama buat mereka, quality , quality  and  quality.

 

Masih teringat jelas dalam ingatan, waktu berusaha menembus pasar export yang tersusah yaitu Jepang, ekspetasi sih dalam satu kedipan mata, tapi sampai mata kelilipan ratusan kali dulu, baru bisa menembus pasar Jepang.

 

 

 

Saya banyak belajar bagaimana menembus pasar Jepang dari salah satu teman seperjuangan , yaitu Mbak Yov. (Mau tag, tapi dia orangnya down to earth juga, nanti dia tersipu malu jika di tag).

 

Tak terhitung sudah berapa banyak produk rotannya sudah melenggang manja ke pasar Jepang disaat saya waktu itu  masih unyu sekali dalam dunia export ini. Thanks ilmunya , mbak Yov # hugs to Mbak Yov

 

Dengan berjalannya waktu , ada banyak hal yang saya pelajari, selain perjuangan yang tentunya tidak semulus kulitnya penyanyi K Pop.

 

Yang saya pelajari dari salah satu  buyer Jepang, adalah bagaimana mereka mengajarkan ke saya cara memberikan personalized experience.  Buyer  tidak hanya ingin membeli “just a product” tapi  saat di gunakan, product tersebut harus bisa memanjakan seluruh panca indera yang di miliki oleh customers. #kibas poni

 

Ketika saya bertanya “piye caranya toh mister?”, Dia berkata “sering sering lah dating dengan product kamu”.

 

Awalnya saya nyengir kuda karena kebingungan “maksudnya apa ?”dia tekankan lagi, “proses, ulanglah selalu proses, karena dengan tetap mengingat dan kembali ke proses tersebut , kamu tetap menyentuh dan tahu apa yang bisa kamu lakukan untuk meningkatkan quality dari products”.

 

Satu contoh, walaupun sangat mensyukuri  karena  sudah bisa menghire photographer baik itu seasonal ataupun part time bahkan sampai dikirim keluar negeri.

 

Tetapi saya , suami dan kadang anak saya tetap dating dengan product tersebut baik itu didalam atau di luar negeri ,walaupun sudah bukan job desc wajib lagi.

 

Dari Raja ampat sampai New York, bahkan ke hutan Amazon pun sudah pernah produk tersebut saya boyong dengan jiwa, raga juga cinta penuh kasih yang sepenuh hati. #tsaaahhh

 

To sum up  : Tetap mau  berproses walupun badai sudah berlalu, adalah cara  untuk  memberikan room to keep growing and improving the products.

 

Secinta cintanya buyer kepada product kita jika kita  tidak bisa menawarkan  , mempertahankan dan meningkatkan QUALITY products , cinta itu akan luntur juga.

 

Seperti kata pepatah :

 

“Cinta itu buta tapi cinta itu tetap tahu, mana mobil mana sepeda”

sarah beekmans datingsarah beekmans datingsarah beekmans datingsarah beekmans datingsarah beekmans dating

Bagikan ini: