0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The more we try to choose perfectly, the harder it becomes to choose at all.”

 

Saya tetap berdiri sedikit lebih lama dan memberi ruang pada pikiran untuk ikut melambat seperti gerakan tangan penjual nasi katok tadi.

 

Pilihan di depan saya cukup banyak. Ayam goreng biasa , ayam goreng berempah atau daging. Lalu sambalnya, ada yang pedas, biasa, manis atau sambal penyet.

 

Belum lagi pilihan nasi santan atau nasi putih, ditambah telur dadar atau mata sapi juga sayuran tumis di sampingnya.

 

Semua tetap sama, tidak ada yang benar benar berubah tapi rasanya tidak lagi terasa rumit saat harus memilih.

 

Tangan saya mulai bergerak tanpa banyak jeda. Tidak terburu buru tapi juga tidak lagi terlalu memilih. Seperti mengikuti sesuatu yang sudah terasa cukup sejak awal.

 

Di ruang yang sama dan dengan suara yang tetap berulang, semuanya berjalan seperti biasa. Namun cara saya berada di dalamnya terasa lebih ringan.

 

Seolah tidak perlu lagi menjadi orang yang terlalu picky. Cukup mengikuti kata hati yang terasa pas, tanpa harus membandingkan terlalu jauh dan entah kenapa, justru di situ rasanya lebih tenang.

 

“When we stop overpicking, we start noticing what already works.”

Part 23.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!