Be Fully Present Wherever You Are
“Life is really simple, but we insist on making it complicated.” Confucius
Saya dan Chloe mampir ke rumah orang tua saya untuk menjemput Sophie. Baru saja pintu terbuka, Sophie sudah berlari menyambut kami dengan gaun warna kesukaannya, pink.
Rambutnya sedikit berantakan dan di tangannya ada botol kecil berisi cairan sabun. “Zus Chloe! Come quick! I made giant bubbles!”
Chloe langsung menoleh kepada saya. Matanya berbinar, meminta izin tanpa kata untuk segera ikut bermain. Saya mengangguk pelan.
Ia melepaskan bando kuningnya lalu berlari kecil sambil membuka kaos hijaunya hingga yang tersisa hanya gaun luar bermotif bunga dengan warna hijau senada dan sepatu yang masih setengah terbuka.
Di bawah cahaya mentari yang mulai hangat, mereka berdiri saling berhadapan. Sophie meniup perlahan. Sebuah gelembung sabun mengembang, permukaannya memantulkan warna pelangi tipis yang berkilau.
Chloe bertepuk tangan kecil. “It’s like a floating rainbow!” serunya pelan. Sophie tertawa. “Don’t pop it yet. Let it fly.”
Saya berdiri memperhatikan mereka. Tidak ada music, hanya dua anak dan gelembung sabun yang melayang sebentar lalu pecah tanpa suara. Namun pemandangan itu terasa seolah waktu sendiri yang memilih untuk melambat.
“Children see magic because they look for it.” Christopher Moor
Part 23.

