“When we are no longer able to change a situation, we are challenged to change ourselves.” Viktor Frankl
Seorang pramugari berjalan perlahan di lorong, langkahnya tetap stabil meski sesekali masih terasa guncangan kecil namun kini jauh lebih ringan.
Tangannya menyentuh sandaran kursi dengan ringan, seperti memastikan semuanya tetap pada tempatnya. Senyumnya tidak lebar namun cukup untuk menghadirkan rasa tenang.
Saya memperhatikannya sejenak. Cara ia bergerak tidak terburu-buru dan juga tidak menahan diri. Seolah ia sudah menerima bahwa guncangan tadi hanyalah bagian dari perjalanan, bukan sesuatu yang harus dilawan.
Di kursi depan, seorang penumpang masih menggenggam sandaran dengan jari yang sedikit menegang. Guncangan yang sama dan di ruang cabin yang sama namun cara tubuh merespond terasa begitu berbeda.
Saya memperhatikannya lebih saksama. Bukan guncangannya yang menarik perhatian melainkan cara ia menahannya. Ada usaha untuk mengendalikan sesuatu yang memang tidak bisa dikendalikan.
Mungkin di situlah letak perbedaannya. Ketenangan tidak datang saat rasa tidak nyaman hilang tetapi saat kita berhenti melawannya terlalu keras.
Tidak semua hal perlu dilawan. Ada moment ketika kita hanya perlu melonggarkan genggaman dan memberi ruang pada napas untuk kembali mengalir tanpa dipaksa.
“You can’t stop the waves, but you can learn to surf.” Jon Kabat-Zinn
Part 5.

