“To be in your children’s memories tomorrow, you have to be in their lives today.” Barbara Johnson
Sore itu Chloe dan Sophie langsung memakai sepeda pink milik Mbak Narti yang terparkir di garasi begitu melihat saya baru turun dari taxi dan membuka pintu pagar.
Tanpa aba-aba mereka menarik tangan saya sambil tertawa riang, tanpa peduli tubuh yang masih lelah dari perjalanan panjang dan jadwal tradeshow yang padat.
“Mama, look, we want to show you that we can already ride a bike!” teriak Sophie dan saya tersenyum lelah demgam mata masih sembab, “Mama capek, baru sampai, sayang.”
Chloe dan Sophie tetap menarik tangan lalu melesat nyaris hilang dari pandangan hingga membuat saya berlari mengejar. “Look, we can do it, Mama!” suara mereka terdengar dari kejauhan.
Suasana sangat chaos tapi terasa hangat. Derai tawa, roda berdecit dan sandal jepit yang terserat dan hampir terlepas, semuanya membentuk ritme sendiri.
Saya duduk di pinggir jalan aspal setelah berhasil mengejar lalu mencoba menarik napas panjang tapi mata tetap mengikuti setiap gerak mereka yang sangat lincah.
Di tengah gelak tawa, saya tercekat saat menyadari hampir saja membiarkan rasa lelah mengalahkan semangat mereka dan rasa bersalah itu akhirnya ikut tersapu dalam sorak riang tersebut.
“Children are not a distraction from more important work. They are the most important work.” C.S. Lewis
Part 1.

