“Love has a quiet way of reminding us to think of others too.”
Sophie dan Chloe sudah berbaring di tempat tidurnya masing-masing. Kursi roda kecil itu ada di samping bantal Sophie, tertutup sedikit oleh selimut pink-nya. Matanya terpejam dan terlihat sangat lelap.
“Mama?” “Iya, sayang.” Saya menoleh dan ternyata Sophie belum tidur. “I heard you whispering earlier.” “Are you singing, mama?”
“Mama tadi sedang berdoa.” “Oh…what did you say?” Saya menghampiri dan duduk di tepi tempat tidurnya. “Biasanya Mama bisik-bisik ‘Ya Allah, jaga Chloe dan Sophie baik-baik.’”
Sophie melihat kursi roda kecil di samping bantalnya. “Can you pray for her too, mama ?”
Saya tertawa. “Untuk si Pinky?” “Yes. But she needs a name first so you can pray for her, mama” katanya dengan mata masih setengah terpejam.
Chloe yang ternyata juga belum tidur ikut berkata dengan suara yang masih setengah mengantuk. “She’s a toy but we can still give her a name.” Sophie berpikir sebentar.“Hmm… tomorrow.”
Saya tersenyum. “Okay, besok.” Ia memasukkan kursi roda kecil itu ke bawah selimut lalu menarik selimut sampai ke dagu. “Good night, mama.” “Selamat bobo, sayang.”
“Sometimes it takes a child to remind us that kindness should include everyone.”
Part 10.

