“Memory is a way of holding on to the things you love, the things you are, the things you never want to lose.”
Unknown
Inggris seperti negara lainnya di benua Eropa tidak memiliki gedung pencakar langit sebanyak di benua Asia atau America. The skyscraper pertama di dunia di bangun di Chicago, America dan menjamur hingga ke benua Asia bahkan berhasil menggeser posisi America sebagai benua pemilik skyscrappers terbanyak di dunia.
Di Eropa tentunya juga terdapat ratusan gedung pencakar langit dan diantaranya adalah gedung bersejarah yang telah menjadi saksi bisu selama ratusan tahun.
Di Inggris , misalnya St Paul’s cathedral di London atau Holy Trinity Church di Leeds.
Negara di Eropa memang lebih dahulu maju dalam pembangunan dibandingkan dengan America karena sudah dilakukan sejak zaman masehi. Bangunan bersejarah tersebut tetap berdiri kokoh hingga kini karena mereka sangat menghormati warisan sejarah.
Selain itu, ada peraturan mengenai pembatasan tinggi bangunan di radius tertentu untuk melestarikan estetika dan melindungi historical landmark agar tidak tertutup oleh bangunan baru disekitarnya.
Peraturan tersebut juga berlaku untuk rumah tinggal yang tidak boleh diubah secara exterior dan hanya diizinkan untuk mengubah hal-hal kecil secara interior jika telah mendapatkan izin dari city council setempat.
Kemarin sore, setelah menulis sepenggal kisah tentang kecintaan saya tinggal di Eropa dibandingkan di benua lain, tiba-tiba rasa rindu membuncah di dada saat mengingat kota-kota di Eropa terutama Leeds.
Kota kosmopolitan modern dengan jejeran bangunan dengan latar sejarah yang sungguh stunning. Seperti kota besar lainnya di Yorkshire, menyusuri setiap sudut jalan seakan melompat ke dimensi waktu ratusan tahun yang lampau dengan deretan bangunan era Victoria yang mencolok sepanjang jalan.
Ditemani senja dengan kiluaun orange keemasan dan segelas teh hangat, saya menemukan video terbaru dari rumah yang pernah di tinggali di Leeds bersama house mate , Ellen , Irene dan Rinko. Tanpa berpikir panjang langsung mengirimkan pesan singkat ke mereka beserta link videonya.
“Ellen mom, Irene sister , ini link video terbaru dari rumah kita sewaktu di Leeds. https://m.youtube.com/watch?v=BQxCtokNLUk&feature=youtu.be
Saya langsung menitikkan air mata bahagia saat melihatnya karena semua kenangan indah itu terputar kembali. Saya juga sangat merindukan Rinko yang kini telah tiada.”
“Oh my GOD, it’s so amazing. Rumahnya hampir sama keadaannya dengan saat kita tinggal di sana. Saya sangat merindukan our 17 Blandford grove house. Merindukan dapurnya, my lovely bedroom dan yang pasti merindukan hari-hari sewaktu kita masih bersama di sana. “ Ellen berkata dengan nada haru bercampur bahagia.
“Bahkan pohon di depan rumah kita tetap masih ada.” Ellen menambahkan.
“This is amazing. I saw my room! I am going to download it.” Irene terlihat as excited as Ellen.
“Yes, saya ingat those days ketika saya suka menumpang mengintip dari balik gorden jendela kamar kamu untuk melihat tetangga kita , Maurizio lagi cuci piring di dapurnya.”
Terlintas kenangan saat kami mempunyai tetangga tepat di belakang rumah yang pada akhirnya menjadi sahabat yaitu Joe yang merupakan penduduk local dari Inggris dan Maurizio dari Italy.
“Betul, pemandangan indah dari jendela kamar saya.” Irene tertawa diikuti oleh gelak tawa Ellen.
“Look, pintunya pun masih tetap berwarna merah.” Saya ikut menambahkan dengan nada yang tak kalah excited.
Ellen lalu mengirimkan foto saat kami berpose di depan rumah dihari terakhir sebelum berpisah. Ellen dan Irene kembali ke Taipei dan saya lanjut kuliah ke Manchester. Oh what a beautiful memory bersama mereka. Rasa rindu semakin menyeruak saking indahnya kenangan tersebut.
Sepenggal kisah itu menyadarkan bahwa setiap orang yang saya temui di dalam hidup ini akan menciptakan hubungan, terkadang layak untuk diingat dan di lain waktu, ingin segera luruh dari ingatan.
Life is very unpredictable. Orang yang pernah saya temui mungkin tidak akan pernah bertemu lagi di masa yang akan datang tapi satu hal yang pasti, memories remain forever.
Therefore, I need to make sure that saya selalu menciptakan moment indah untuk dikenang. Let my presence in someone’s life be a source of joy so every time they think of me, they have a smile on their face.
Dear Ellen and Irene, what a lovely road of life that we have travelled together.
Those sweet memories at Blandford Grove are the best. They make me smile no matter what is going in my present life.
Thank you.
“Sometimes you will never know the true value of a moment until it becomes a memory.”
Unknown
May 31st , 2022


