0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The heart does not need perfect days. It needs truth and gentle space to breathe.”

 

Di dalam taxi yang remang, suara machine terdengar halus, seperti napas panjang yang teratur. Kota Bangkok terus bergerak di luar, tapi di dalam mobil semuanya terasa lebih pelan.

 

Ia masih menatap jalan di depan, lalu suaranya kembali muncul, tenang dan datar. “You know,” katanya pelan, “people think I have some big motivation. Big dreams and big plan.”

 

Ia tertawa kecil, nyaris tanpa suara. “But no. My life is simple.” Saya menoleh sedikit, menunggu ceritanya berlanjut.

 

“What helps you to go through the day then?” tanya saya pelan. Bukan ingin menginterogasi, hanya ingin mengerti. Ia berpikir sebentar, lalu mengangguk kecil. “Honesty,” katanya akhirnya.

 

Saya mengerutkan dahi. “Honesty?” “Yes,” ia mengulang. “Not positive thinking. Not trying to make the day beautiful with blue sky every day.” Ia menarik napas, seperti sedang membuka pintu kecil di dalam dirinya.

 

“Some mornings I wake up and say, today is not a good day. My body is tired, my heart is tired and I do not force it to be better. I just say the truth.”

 

Kata-katanya sederhana dan tidak dramatis. Namun terasa menembus, seperti sesuatu yang sudah lama ingin diucapkan banyak orang, tetapi jarang berani mereka akui.

 

“Not every day is beautiful, but honesty can make even the heavy days clearer.”

Part 29.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!