0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“In many mature markets, it takes 10,000 hours of preparation to win because most people give up after 5,000 hours. That’s the only magic thing about 10k. It’s a hard number to reach, so most people bail.” Seth Godin

 

Kesyahduan pagi di salah satu sudut kota Basel tiba-tiba buyar oleh teriakan Michael yang menggelegar tepat di bawah jendela. “Sarahhhhh”

 

Saya melongok keluar jendela dan memberi isyarat untuk naik ke atas. Setelah sampai, saya langsung menyerocos “Michael, tahu tidak ada benda yang namanya pintu ? kamu berteriak seperti lagi di hutan belantara. “

 

“Ada Pascale , ia membawa gift untuk menu kita sarapan, katanya the most amazing butter in the world. Saya bergegas turun karena penasaran dan juga rasa lapar yang mendera, hanya menyambar jaket jeans dan menyelipkan sandal kamar berwarna orange yang ukurannya terlihat kebesaran.

 

Sesampainya kami di bawah, Mohammed, house mate dari Michael terlihat sibuk di dapur. “Yoohoo, Mohammed. Assalamualaikum. Wangi apa ini. Wow roti pita” Saya mengintip kedalam oven.” Beda. It’s aish baladi, Sarah” dengan nada bangga.

 

“Oh roti pita, kamu mahir yah membuat roti” saya menjawab. “No, it’s aish baladi, Sarah. Of course, negara saya adalah yang pertama kali menciptakan roti di dunia”. Di saat ia mulai menceritakan silsilah per”roti”an, Michael menyodorkan butter yang sedari tadi berada di tangan Pascale.

“Bo-r- di-er” Saya mencoba membaca tulisan tersebut perlahan agar tidak salah. “No , Bordier,” Pascale mengulang cara pembacaan yang betul dengan accent Perancisnya yang kental.

”Ini special butter, cultured butter.” Ia mulai menerangkan. “Apa bedanya dengan butter biasa ?” tanya Michael penasaran.

 

“Oh beda, ini difermentasi dahulu sehingga butuh 72 jam untuk pembuatannya dibanding butter biasa yang butuh hanya 3 jam . Hasilnya rasa lebih intense daripada butter biasa. Oh ya, unlike butter America yang fatnya hanya 80 percents, di Eropa kandungan fatnya harus minimal 82 percents.”

 

“Apa pengaruhnya 2 percents ?” saya mengeryitkan kening kebingungan.

“If you are a baker, akan melihat perbedaannya misalnya croissant akan lebih ber-layer. Ingat, mentega eropa yang asli hanya mengandung krim susu , tidak ada campuran minyak nabati, air, pengemulsi nabati atau pewarna tambahan.”

Kami semakin penasaran dan berebutan mencicipi “Hmmm rasanya deep, tidak hanya sekadar lemak yang dioleskan di atas roti pita yah” Saya memberikan pendapat.

 

“It’s aish baladi, Sarah” Mohammed protes.” It’s a completely special ingredient in its own right.”Mohammed menambahkan sembari memejamkan mata ikut meresapi rasa butter yang perlahan lumer di mulut.

 

Kami berempat terdiam dalam keheningan menikmati setiap gigitan demi gigitan.” Ini untuk pertama kalinya I can appreciated butter the way a good cheese is. “ Michael memecah kesunyian.

 

“Semakin sempurna karena roti pita dari Mohammed ” saya menambahkan. Sebelum Mohammed membuka mulut untuk protes, Michael dan Pascale bersamaan berkata” It’s aish baladi, Sarah”. Kami pun tertawa bersama memecah kesunyian pagi.

 

Kenangan tersebut kembali terlintas dan menyemangati . Kesakitan karena tangan bengkak, memerah dan melepuh karena trial yang tak ada hentinya langsung terlupakan. Saya mengelus lembut tangan dan berbisik “ Dear me, it’s going to be hard, but hard is not impossible”.

 

Saya juga teringat perkataan ibu Ines, “ saya disini hanya akan memberikan ilmu dasarnya , namun kalian yang mengembangkan sendiri untuk mendapatkan hasil yang lebih sempurna.”

 

Jarum jam menunjukkan sudah lewat tengah malam, Chris menghampiri “Dewi, let’s go home”. “ Saya masih penasaran, bagaimana mencapai cita rasa seperti butter dari Pascale. Saya sudah beli butternya di market place juga untuk pembanding rasa. Saya ingin cepat bisa.”

 

Chris lalu mengambil secarik kertas, menuliskan “Ruang Research and Development” dan menutup tulisan “ Ruang Produksi” sambil berkata”This is your lab, your playground, so no rush. “

 

Air mata haru tak terasa menitik dan mengucur deras ke pipi. Chris menatap lekat dan menghapus air mata yang semakin menggenang. Masih terisak, saya berkata sambil menunjuk satu persatu, “ini air mata kesedihan karena butter. Kalau yang disudut ini karena BPOM, yang ini karena HACCP, oh ya yang ini karena cream cheese, ini edam ” .

 

Chris cuma tersenyum mendengarkan dengan sabar sejarah family tree air mata versi saya seraya menggandeng tangan saya pulang. Lagu lullaby dari handphonenya menemani langkah kami keluar.

 

“Slaap kindje slaap

Daar buiten loopt een schaap

Een schaap met witte voetjes

Die drinkt zijn melk zo zoetjes

Slaap kindje slaap

Daar buiten loopt een schaap”

 

“It takes nine months to make a kid, so if you want something good, it takes time”. Mr Bordier

 

January 7th, 2022

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!