0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The only true limits are the ones we choose not to push.”

 

Chloe, yang sejak tadi mengamati, tertawa kecil melihat saya dan Mbak Patsy dengan cekatan memanjat, mengangkat, dan menyusun ulang semuanya. Tangan kami bekerja tanpa ragu, diselingi canda dan tawa yang membuat pekerjaan terasa lebih ringan.

 

Richard pun tak bisa menahan tawa, ikut larut dalam kekacauan kecil yang justru terasa menyenangkan. “Chloe, tante Patsy dan mamamu ini sudah terlatih dalam urusan manjat-memanjat. Kalau di luar negeri, jangan harap ada yang membantu,” katanya sambil terkekeh.

 

“Iya, waktu di Las Vegas, aku terpaksa memasang poster seukuran dinding sendiri, Mbak Pats. Untung saja tidak jatuh atau keseleo, padahal harus memanjat tanpa tangga, hanya bertumpu pada tiang dan sudut rak sebagai pijakan,” saya menimpali, ikut tertawa mengenang kejadian itu.

 

” Saat pameran keliling Eropa, memang tak ada pilihan selain memasang sendiri poster dan lampu sorot di setiap sudut booth. Panjat sana-sini tanpa tangga juga, Mbak Sarah,” ujar Mbak Patsy, terkikik mengenang ketangguhan kami, seperti pemain acrobat yang terbiasa bergelantungan di atas panggung.

 

Di tengah kesibukan, sebuah ide terlintas. “Mbak, bagaimana kalau kita buka saja dinding pemisahnya?” lalu memanggil staff venue untuk meminta bantuan. Namun setelah menunggu cukup lama, tak ada tanda-tanda mereka akan datang. Saya dan Mbak Patsy tanpa banyak bicara, mulai bekerja sendiri.

 

Dengan sekuat tenaga, kami mendorong, menarik, dan melepas satu per satu panel pembatas. Saat dinding terakhir terlepas, kami tertawa di tengah napas yang tersengal dan peluh yang masih menetes. Kini, booth kami menyatu sehingga lebih lapang, siap menampung lebih banyak cerita dan tawa.

 

Chloe bertepuk tangan kecil, matanya berbinar melihat bagaimana sesuatu yang awalnya tampak sebagai kendala justru bisa diatasi. Sering kali kita mengira batas adalah penghalang yang tak terlewati, padahal saat tak ada pilihan lain, justru di sanalah kekuatan yang tersembunyi terungkap.

 

“Boundaries remain walls only until courage turns them into doors.”

Part 17.

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!