0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Sometimes it only takes a breath of something known to carry us all the way home.”

 

Langkah saya dan Chloe terus beriringan melewati deretan kios kecil yang mulai membuka tirai. Wangi manis menguar dari kios roti, seperti jejak gula halus yang melayang lembut di udara, bertemu dengan aroma mentega cair yang baru saja meleleh.

 

Di antara keharuman itu, terselip pula harum rempah yang hangat, sedikit pedas, serta sedikit manis, mengalir perlahan bersama bayang-bayang pagi yang masih malu-malu menampakkan diri.

 

Seorang ibu penjual duduk di balik gerobak mungil yang dipenuhi jajanan local. Ada pulut manis terbungkus daun pisang, khao tom mat berisi pisang dan ketan, serta loyang kecil berisi kanom tuay yang baru saja diangkat dari kukusan.

 

Asap tipis mengepul perlahan, membawa aroma santan dan pandan yang lembut menyapa hidung. Chloe memperlambat langkahnya. Matanya menyapu deretan kue mungil yang tampak asing namun ramah, seperti undangan diam dari sesuatu yang belum dikenal tapi sudah akrab di hati.

 

Tiba-tiba matanya tertuju pada khanom chan dengan lapis hijau-putih yang mengingatkannya pada kue lapis kesukaannya di rumah. “Mama, is that like our kue lapis ?” bisiknya pelan dengan mata berbinar penuh rindu walau baru sehari meninggalkan Indonesia.

 

Ia tersenyum kecil, lalu menatap lekat kue itu, seolah sedang membawa pulang sepotong kenangan hanya lewat tatapan matanya. Seperti ada jembatan tak terlihat yang menghubungkan ruang dan waktu lalu mengalirkan hangatnya nostalgia.

 

Oh well, terkadang sepotong kue sudah cukup untuk mengantar hati pulang, tanpa harus melangkah jauh, cukup dengan keheningan yang lembut dan pandangan yang mengingatkan pada pelukan rumah.

 

“Even far from home, the heart follows the trail of familiar warmth.”

Part 9.

 

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!