0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Even moments left unfinished can feel whole when love quietly remains.”

 

Di dalam pesawat, langit tampak tak berbatas. Awan-awan berarak perlahan di bawah sayap, seperti pikiran-pikiran yang belum selesai saya jahit. Udara cabin yang tenang seolah memberi izin bagi ingatan untuk mengambang, menyusup ke sela-sela waktu yang belum sempat dibereskan.

 

Di samping saya, seorang anak kecil tertidur dengan kepala miring, mulut sedikit terbuka, dan tangan masih menggenggam boneka. Bahkan dalam tidur, ia tampak menjaga sesuatu yang penting, seperti rahasia kecil yang tak ingin terlepas.

 

Saat  menoleh ke jendela terlihat cahaya pagi menyentuh kaca, lalu menyusup masuk, menyinari buku catatan yang belum sempat saya buka sejak keberangkatan.

 

Halaman kosong itu seolah menunggu, tapi kali ini saya tak ingin menuliskan apa pun. Ada saat-saat di mana kata-kata perlu diam, memberi ruang bagi sesuatu yang hanya bisa dirasakan.

 

Dalam diam itu, saya menyadari bahwa tidak semua hal harus segera selesai. Ada waktu yang memang dibiarkan menggantung dan ada perasaan yang tidak perlu diburu jawabannya.

 

Seperti langit yang tak pernah ditanya ke mana awan akan pergi atau seperti pelukan Nigel, Chloe dan Sophie yang tidak bertanya kapan saya pulang. Pelukan yang hanya memberi, dan percaya saya akan kembali.

 

Ternyata, tidak semua yang belum selesai berarti kehilangan. Kadang, itu hanyalah cara hidup memberi jeda. Bukan untuk menjauh, tetapi agar kita kembali dengan hati yang lebih lapang.

 

“Some pages are meant to stay blank, holding space for what words cannot carry.”

Part 44.

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!