0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Don’t let the rush of life make you blind to the simple moments right in front of you.”

 

Keramaian Saigon Square seperti orchestra tanpa henti. Asap knalpot bersatu dengan wangi tanah basah setelah hujan, mengisi udara yang lembap. Langit mulai cerah, namun jejak-jejak gerimis masih membekas di trotoar yang licin memantulkan kilau samar cahaya yang semakin memudar.

 

Dengan langkah terburu-buru, saya menyusuri kembali jalanan yang penuh sesak. Helm di kepala terasa seperti mahkota yang salah tempat, menarik senyum dari beberapa orang di sekitar. Mungkin mereka ikut menikmati moment kecil yang menggelitik ini.

 

Sesampainya saya di tempat motor terparkir, driver Grab itu masih berdiri di sana. Dengan sikap santai, seolah waktu tak pernah menjadi masalah. Senyum kecilnya menyambut, penuh pengertian, saat langkah mendekat.

“Mũ bảo hiểm,” katanya lagi, kali ini dengan nada bercanda. Saya tertawa kecil, melepas helm lalu menyerahkannya, “I’m sorry,” diiringi anggukan minta maaf. Dia tersenyum, mengangguk ringan lalu membalas singkat, “Okay.”

 

Kembali menyusuri jalan menuju Saigon Square, saya tak bisa menahan senyum geli. Hidup memang kadang menghadirkan moment seperti ini. Sederhana, nyaris sepele, tapi punya cara sendiri untuk mengetuk kesadaran kita.

 

Hidup ini kadang memang seperti moment helm saat itu. Kita sering terburu-buru, tenggelam dalam pikiran, hingga lupa melihat apa yang ada di depan mata. It’s a reminder to slow down and take a moment to look around.

 

Terkadang, yang paling berarti bukan yang jauh di depan atau yang tertinggal di belakang, tapi justru ada di sini, di moment kecil yang hampir terlewat jika kita tidak  benar-benar berhenti untuk melihatnya.

 

“We rush toward what’s ahead, forgetting the treasures right before us.”

Part 6.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!