0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Why is it that weeks and months and years go by so quickly, all in a blur, but moments last forever?”  Jennifer Donnelly

 

Sophie sudah berbaring di tempat tidurnya dan selimutnya tertarik sampai ke dada. Lampu kamar temaram, hanya menyisakan cahaya lembut dari jendela yang memantul di dinding.

 

Saya berbaring di sampingnya dan menatap langit-langit yang diselimuti cahaya rembulan yang samat. Ia berkata pelan, “Mama, surfing was really fun today but why do good moments always feel short?”

 

Saya menoleh lalu membiarkan suara ombak dari kejauhan menjadi jeda sebelum menjawab. “Mungkin karena hal yang indah memang tidak dimaksudkan untuk tinggal lama, sayang.”

 

“Ia datang supaya kita belajar menghargai, bukan menggenggam.” Sophie mengangguk kecil dan matanya mulai berat. “So we just let it pass?” tanyanya setengah mengantuk.

 

“Bukan hanya membiarkannya lewat, tapi membiarkan ia mengajarkan kita sesuatu, lalu membawa pelajarannya ke hari berikutnya.” saya melanjutkan pelan.

 

Hening sejenak dan sebelum matanya benar-benar terpejam, ia berbisik, “Mama, huggie, kissie, salim.” Saya tertawa kecil lalu memeluknya. Ia mencium telapak tangan saya kemudian saya mengecup lembut keningnya.

 

“Good night, sayang,” setengah berbisik. “Night, Mama,” suaranya hampir tenggelam, lalu sunyi mengambil alih. Hanya tersisa napasnya yang tenang dan suara ombak yang datang silih berganti, seolah ikut menidurkannya malam itu.

 

“Life is fleeting. Don’t waste a single moment of your precious life. Wake up now! And now! And now!”  Ruth Ozeki

Part 17.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!