0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The most precious moments are not always the ones we plan, but the ones we choose to pause and savor.”

 

Langit Hong Kong tampak seperti canvas bercahaya, dipenuhi gedung-gedung tinggi yang memantulkan gemerlap lampu malam. Di tengah hiruk-pikuk Hong Kong International Jewelry Show, saya sibuk melayani pertanyaan dari para buyer tentang horn jewelry yang dipajang di booth.

 

Chloe, yang saat itu baru berusia tujuh tahun, setia menemani. Ia menggenggam tangan sambil sesekali melontarkan pertanyaan polos tentang dunia yang terlihat begitu besar dan penuh mistery di matanya.

 

Setelah seharian melangkah di lorong-lorong pameran, dikelilingi kemewahan perhiasan dari peserta tradeshow berbagai negara, kami akhirnya duduk di tepi Victoria Harbour. Angin laut berembus lembut, membawa suara kendaraan dan riuh percakapan yang terdengar seperti simphony kehidupan.

 

“Chloe sayang, ayo kita kembali ke hotel,” sambil merapikan tas dengan tergesa-gesa. Namun, Chloe menatap dengan mata polosnya, “Mama, why are you always in a rush? Bukankah kita bisa duduk lebih lama dan menikmati lampu-lampu gemerlap ini? Sebenarnya, apa yang sedang Mama kejar?”

Pertanyaan sederhana itu seperti menyentak kesadaran, terdiam sejenak, lalu merenung. Betapa selama ini saya lebih sering focus pada tujuan-tujuan jangka pendek : to close the deal. Tapi Chloe, dengan caranya yang sederhana, mengajarkan untuk memperluas cara memandang waktu.

 

Perjalanan kami ke Hong Kong bukan hanya tentang business, tetapi juga tentang menciptakan kenangan bersama Chloe. Lampu-lampu di Victoria Harbour akan selalu ada, tapi mendengarkan celoteh Chloe saat itu adalah moment yang tidak akan terulang.

 

Dari pertanyaannya, cinta meminta saya untuk meluangkan waktu, dan menyadari bahwa moment kecil hari ini adalah pondasi bagi kenangan indah di masa depan.  Ketika berbicara tentang cinta, pentingnya memperluas cakrawala waktu yaitu melihat melampaui yang segera dan merangkul yang abadi.

 

“We chase time, but love teaches us to embrace it.”

Part 1.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!