0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

Catherine Mahugu adalah salah satu pengusaha yang juga memikirkan dampak sosial sehingga ia memutuskan mendirikan perusahaan untuk memajukan taraf kehidupan penduduk sekitar di negara asalnya yaitu Kenya. Selama bertahun-tahun, ia melihat bahwa wanita di seluruh Kenya telah menghasilkan uang dengan membuat perhiasan. Tetapi pasar global adalah pasar yang kompleks. Tengkulak sering mengontrol akses, dan itu membatasi potensi penghasilan para pengrajin tersebut untuk lebih berkembang.

 

Pada tahun  2011, Mahugu yang merupakan pengusaha berpikir bahwa teknologi bisa membantu mewujudkan mimpinya untuk memajukan taraf hidup para pengrajin di negaranya.

 

Dipersenjatai dengan gelar sarjana dalam ilmu komputer, Mahugu lalu mengajak bekerja sama dua pengusaha dari Amerika Serikat  yaitu Ella Peinovich dan Gwendolyn Floyd. Mereka  memulai membangun  Soko, sebuah platform e-commerce di mana pengrajin dapat menjual perhiasan mereka kepada konsumen di seluruh dunia dengan hanya menggunakan telephone seluler.

 

Catherine Mahugu dan Soko

“Ini adalah merek yang membantu menciptakan dunia yang lebih baik,” kata Mahugu tentang Soko, dan ia mengungkapkan pengetahuan pemasaran dalam deskripsinya. Mahugu mengatakan platform Soko terlepas dari model bisnis tradisional dengan menawarkan wanita pada awal akses rantai pasokan ke pasar global. Para pengrajin ini tidak memerlukan komputer, akses Internet, atau bahkan rekening bank , mereka  hanya membutuhkan ponsel.

 

Para artisans mendaftar di website, lalu mengunggah foto produk ke platform e-commerce Soko. Ketika seorang konsumen membeli suatu barang, Soko lalu mengirimkan kurir untuk mengambilnya dan mengirimkannya langsung kepada pembeli.

 

Pendekatan Mahugu telah terbukti populer. Pada 2014, lebih dari 1.000 pengrajin telah terdaftar di dalam platform Soko dan mereka telah menjual 42.000 barang kepada konsumen di 30 negara diseluruh dunia. Terlebih lagi, pendapatan rumah tangga rata-rata mereka tumbuh sampai mencapai 400 persen.

 

Catherine Mahugu dan Tantangan Yang Di Hadapi Soko

Sementara angka-angka menjelaskan popularitas perusahaan dengan pengrajin, Mahugu mengatakan bahwa dia telah menghadapi tantangan nyata dalam meningkatkan perusahaan. Inilah tantangan yang dia bicarakan dan solusi yang digunakan tim di Soko yaitu infrastruktur yang selama ini gagal di lakukan.

 

“Kami memiliki jaringan logistik in-house hanya untuk mengimbangi kurangnya infrastruktur berupa transportasidi Kenya dan alamat yang tidak lengkap ” kata Mahugu.

 

Layanan pada akhirnya tidak dapat diandalkan. Gangguan daya dan pemadaman internet membuat koordinasi menjadi sulit, terutama karena banyak pengrajin tinggal di daerah pedesaan dengan daya dan konektivitas yang lebih sedikit. Sebagai kompensasinya, Soko telah mengembangkan alat operasional yang tangguh untuk menjalankan model online tersebut. “Kami sudah bisa menerapkan alat-alat ini melalui jejaring sosial offline,” kata Mahugu. Alat-alat ini berarti bahwa Soko dapat berfungsi dan tetap dijalankan bahkan ketika listrik di daerah tempat pengrajin padam.

 

Tantangan lain adalah adopsi teknologi yang lambat. “Budaya e-commerce di Afrika belum berkembang seperti di negara maju,” kata Mahugu. Soko menerima uang seluler “hanya untuk mengatasi masalah ketidakpercayaan pembayaran online.” Perusahaan juga membantu menyelesaikan perselisihan melalui media sosial. Metode-metode ini memberikan pengalaman pelanggan yang positif sehingga tetap ingin membeli karya dari para artisan melalui Soko.

 

Soko berharap bisa memperluas platformnya ke pengrajin di negara-negara Afrika lainnya, tidak hanya terbatas di Kenya. Mahugu mengatakan ada indikator kunci apakah suatu negara adalah pasar yang layak untuk platform e-commerce. Hal tersebut termasuk ketersediaan uang bergerak, tingkat adopsi teknologi baru, keandalan layanan pengiriman, kualitas infrastruktur yang ada, dan kebijakan pemerintah terhadap para pengusaha yang mendukung hal tersebut.

 

“Konektivitas internet hanya merevolusi cara bisnis di Afrika beroperasi,” kata Mahugu. Untuk menjadi sukses, pengusaha harus bisa mengikuti arus perubahan dan inovasi, bukan menentangnya.” Demikian Catherine Mahugu menjelaskan tentang mimpinya membesarkan Soko .

 

catherine mahugu catherine mahugu catherine mahugu catherine mahugu

Bagikan ini:
error: Content is protected !!