“Taking a step back can often be the smartest move, allowing everything to fall into place when the time is right.”
Saya dan Chloe berdiri di depan lift, tombol turun sudah lama kami tekan. Namun, pintu lift tak terkunjung terbuka karena sudah penuh sesak oleh penghuni dari lantai atas. Chunking Mansion, dengan deretan guesthouse-nya seolah menumpahkan gelombang penghuninya ke dalam ruang sempit itu.
Lampu penanda posisi lift terus melewati lantai kami, seolah-olah sengaja menguji batas kesabaran saya. Detik bergulir menjadi menit, membawa serta rasa frustrasi yang semakin merayap. Saya mulai mondar-mandir tanpa henti, menggumamkan keluhan kecil untuk menumpahkan kekesalan.
Tiba-tiba, Chloe menekan tombol naik, dan tak lama kemudian, pintu lift terbuka. Tanpa sepatah kata, dia memimpin kami masuk di tengah sesaknya orang-orang yang memenuhi lift. Saya sempat ragu, namun senyumnya seolah memastikan bahwa dia tahu persis apa yang sedang dia lakukan.
Lift mulai bergerak naik, menjauh dari tujuan kami. Saya terdiam, mencoba memahami maksudnya. Chloe tetap tenang dan menatap tanpa tergesa. Saat itu, akhirnya tersadar bahwa dia sedang menerapkan smart move yaitu naik terlebih dahulu agar nanti kami bisa turun dengan lebih leluasa.
Lantai demi lantai, orang-orang perlahan keluar dari lift. Satu per satu, ruang yang sebelumnya sesak mulai kosong, hingga akhirnya hanya tersisa kami berdua. Saya menepuk pundak Chloe dengan bangga, dan dia tersenyum lebar, puas atas quick thinking yang baru saja dia tunjukkan.
Oh well, hidup sering kali menyerupai lift ini, kita bisa saja berdiri di depan pintu, terjebak dalam rasa frustrasi, menunggu sesuatu yang tak pernah tiba. Tapi ada kalanya, untuk mencapai tujuan, kita harus berani melangkah masuk meskipun itu berarti mengambil arah yang tampak berlawanan.
Saya menatap Chloe lagi, senyumnya masih terpancar. Ia mengajarkan saya bahwa kadang, untuk mencapai apa yang diinginkan, kita perlu mengambil jalan memutar, memberi ruang bagi process agar berjalan dengan sendirinya, dan membiarkan waktu melakukan bagiannya.
“Sometimes, stepping in a different direction leads us exactly where we need to be.”
Part 14.

