0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Not all journeys are walked. Some are etched in stone, woven into fabric, carved into memory.”

 

Pintu mobil van terbuka, membiarkan udara pagi yang hangat menyambut saya, Mbak Ayu, dan Lia di depan venue. Langit masih malu-malu menebar sinarnya, sementara deretan bendera kecil berkibar pelan di sepanjang jalan masuk, menandakan hadirnya banyak negara yang berkumpul dalam satu ruang.

 

Langkah kami mantap meski tangan masih berat menenteng barang. Suara roda koper bergesekan pelan dengan lantai, berpadu dengan sapaan hangat para peserta lain yang sibuk menata booth mereka.

 

Tanpa banyak bicara, kami mulai menata ruang kecil kami. Home decor dari kayu jati disusun dengan hati-hati, menonjolkan serat alaminya yang kokoh. Kaca-kaca bening diletakkan di tempatnya, memantulkan cahaya pagi yang perlahan menyelinap masuk, menari pelan di permukaannya.

 

Saya mengeluarkan horn jewelry dari dalam koper, merasakannya sejenak di ujung jari, menikmati kehalusannya sebelum menata satu per satu. Selesai sudah. Dengan sisa waktu 30 menit sebelum acara dimulai, kami menutup booth dengan kain, lalu melangkah keluar menjelajahi lorong-lorong pameran.

 

Booth demi booth menyapa dengan warna-warni yang beragam. Dari booth China, setiap helai dari anyaman bambu bercerita tentang  ketekunan yang terjalin erat. Thailand hadir dengan kilauan perhiasan perak dan di sampingnya, tas Yan Lipao membisikkan kisah tentang alam yang diubah menjadi seni.

 

Filipina tak kalah memikat. Kerajinan tangan dari serat alami berpadu dengan dekorasi kerang Capiz yang seolah menyimpan cahaya laut di setiap lapisannya. Tenun, sulaman, hingga tas kulit, semuanya merekam jejak tangan-tangan terampil yang menenun waktu ke dalam setiap karya.

 

Melihat semua itu, saya sadar bahwa setiap benda yang dipamerkan bukan sekadar product. Ia adalah serpihan kisah yang dijahit rapi dengan benang harapan. Tangan-tangan yang mungkin tak pernah saya jumpai, namun jejaknya tertinggal di setiap serat, setiap ukiran, setiap jahitan.

 

“Objects may sit in silence, but they carry stories that speak louder than words.”

Part 5.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!