0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Life doesn’t always rush you forward. Sometimes, it gently says, ‘Stay awhile.’”

 

Saya dan Michael bicara pelan, lalu hening lagi. Kadang obrolan berhenti begitu saja, seperti masing-masing dari kami sedang menyusun ulang isi kepala sambil terus melangkah. Jalanan terasa panjang, tapi entah kenapa tak kami hiraukan. Sampai akhirnya saya berhenti, lalu menoleh ke Michael.

 

“Wait a sec… weren’t we supposed to take another tram? Like, two more stops?”  Michael ikut berhenti. Matanya membulat, lalu menepuk dahinya pelan. “Whaaat? Oh my gosh, you’re right! No wonder I’m this tired. We were only supposed to help her with the stroller and hop back on!”

 

Saya tertawa, menahan lelah di betis sambil bersandar sebentar ke tiang lampu. “And there we were, all dramatic and contemplative, walking like we’re in some indie film, when we could’ve just waited a few minutes for the tram and sat down like time-efficient citizens. ”

 

Michael mengangkat alis dengan gaya dramatis. “We could’ve had seats and silence, but no, we chose blisters and reflection.” Kami pun tertawa…keras, lepas, dan tanpa beban. Moment contemplative pagi tadi seolah diberi jeda dengan humour yang tak disengaja.

 

Setelah menarik napas, saya tersenyum lebar, “Sometimes we get so caught up soaking in the meaning, we forget where we were even going.” Michael mengangguk, “But hey, at least we got two things out of it, sore legs and a good story.”

 

Dari langkah-langkah yang salah arah itu, saya menyadari bahwa kadang hidup mengajak kita melipir sedikit dari jalur tercepat. Bukan agar cepat sampai, tapi supaya kita sempat merasakan angin pagi yang pelan, tawa yang lepas, dan percakapan kecil yang tak akan pernah terulang dengan cara yang sama.

 

Agar kita paham, bahkan arah yang keliru pun bisa mengantar pada sesuatu yang hangat, asalkan dijalani bersama dan dengan hati yang ringan. Kami akhirnya duduk di halte berikutnya, kali ini sungguh-sungguh menunggu tram. Dunia tetap bergerak, tapi kami sempat memilih jeda.

 

“Not every detour is a mistake. Some are just life asking you to slow down.”

Part 20.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!