“A pause can carry more meaning than a destination.”
Saya berdiri sejenak di bawah papan itu dan membiarkan kata “ketibaan” dan “persinggahan” menetap lebih lama di kepala saya.
Orang-orang berjalan melewati saya dengan arah yang jelas sembari koper ditarik tanpa ragu dan langkah mereka seperti sudah tahu ke mana harus pergi.
Saya justru memperlambat langkah lalu mengeluarkan telepon genggam dan mengabadikan tulisan itu lalu menatapnya kembali dari layar.
Aksara yang terasa asing tetapi juga dekat seperti sesuatu yang pernah dikenal dalam bentuk yang berbeda.
Ketibaan seperti sebuah titik yang tiba di suatu tempa dan persinggahan seperti jeda yang tidak dimaksudkan untuk lama tetapi tetap penting untuk dilewati.
Udara hangat masih terasa dan sedikit menempel di kulit. Berbeda dari cabin yang tertutup tadi, di sini terasa lebih terbuka, seperti langsung menyatu dengan suasana di sekitar.
Papan itu mengingatkan saya bahwa tidak semua tempat yang kita datangi adalah tujuan akhir. Ada yang hanya persinggahan seperti perjalanan saya kali ini tetapi tetap memiliki peran yang jelas.
“The journey, not the arrival, matters.” T. S. Eliot
Part 12.

