0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Not every step has to match for two paths to move in the same direction.”

 

Saya membuka jendela sedikit lebih lebar dan membiarkan udara pagi masuk bersama suara kendaraan dari jalan depan. Cahaya mentari mulai masuk melalui celah tirai dan perlahan jatuh ke lantai kamar.

 

Dari kamar atas terdengar pintu kamar Nigel terbuka. Mungkin ia sudah bangun dan mulai menjalani paginya sendiri.

 

Sophie masih belum bergerak. Saya berdiri di samping tempat tidurnya beberapa saat sebelum berkata pelan, “Sophie, ayo bangun, sayang.”

 

“I’m awake” jawabnya tanpa membuka mata. Saya tertawa kecil. Chloe yang sudah duduk di tempat tidur ikut tertawa dengan wajah yang masih setengah mengantuk.

 

“Your eyes say something else, Sophie.” Sophie hanya menarik selimutnya sedikit lebih tinggi. “Just five more minutes.” Saya menggeleng sambil tersenyum.

 

Nigel sudah mulai punya ritmenya sendiri di kamar atas, Chloe sudah terbangun sementara Sophie masih ingin tinggal beberapa menit lagi di balik selimutnya.

 

Mungkin begitulah cara waktu berjalan. Perlahan-lahan membiarkan anak-anak menemukan ritme mereka sendiri sementara saya belajar bagaimana mengenali ritme tersebut.

 

“We often try to keep everything in step, forgetting that different paths can still lead forward.”

Part 20.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!