“Not everything that matters can be seen or heard.”
Chloe sudah setengah tertidur saat Sophie masih menjaga matanya sedikit terbuka. Sepertinya masih ada beberapa hal yang ingin dia tanyakan sebelum akhirnya tertidur.
“Mama?” “Ya sayang?” ” If you pray for us when we’re sleeping, can we hear you?” Saya tertawa. “Mama biasanya berdoa secara diam-diam.” “Secret prayer ?”
Sophie menarik selimutnya ke atas hidungnya. Yang saya lihat hanya sepasang matanya di atas selimut. ” Does Allah hear you?” “Tentu saja.” ” Even when you whisper ?” Saya mengangguk.
Dia diam selama satu menit lalu bertanya lagi dengan nada suara yang lebih pelan. ” Does Allah hear me?” “Ya.” “Even now?” Saya tersenyum. “Bahkan sekarang.” “Oh…”
Kali ini Sophie tidak bertanya lagi tetapi diam selama beberapa saat setelah menatap mata saya lalu perlahan menutup matanya.
Untuk beberapa menit saya berpikir percakapan ini sudah berakhir dan dia benar-benar akan tidur sampai terdengar suaranya lagi dari bawah selimut.
“Mama?” “Ya?” “Can I pray for you tomorrow?” Saya melihat wajahnya. “Kenapa besok?” Sophie menggelengkan bahu kecilnya.”Hmm… I’m sleepy now.”
“It is only with the heart that one can see rightly. What is essential is invisible to the eye.” Antoine de Saint-Exupéry
Part 12.

