0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The most comforting presence is the silent trust a child places in you, unspoken but deeply felt.”

 

Bus terus melaju, meninggalkan bayangan gedung-gedung tinggi yang perlahan memudar di cermin jendela. Sinar matahari mulai menembus lebih terang, menciptakan pola-pola cahaya di lantai kendaraan, seakan lukisan diam yang hanya bisa terbaca oleh mata yang tak terburu-buru.

 

Sophie terbangun dari tidur singkatnya, mengusap matanya yang masih terasa berat. Ia menoleh dan tersenyum kecil, “Good morning, Mama. I fell asleep.” Saya membalas senyumannya sambil merapikan rambutnya yang sedikit berantakan tertiup angin dari celah jendela.

 

Di dalam hati, ada jeda yang tiba-tiba muncul. Bukan jeda kosong, melainkan ruang untuk belajar tidak terburu-buru dalam memahami hidup dan membiarkan setiap langkah menemukan jawabannya sendiri.

 

Dalam hidup, ada pelajaran yang hanya bisa muncul ketika kita berhenti berusaha mengendalikan segalanya. Ketika kita membiarkan perjalanan membawa kita, bukan hanya ke tempat yang kita inginkan, tetapi ke tempat yang sebenarnya kita butuhkan.

 

Sophie menyandarkan kepalanya perlahan ke jendela dan matanya menatap jauh ke luar. Saya mengusap rambutnya yang sedikit berantakan tertiup angin pagi lalu memandang keluar, melihat jalanan Bangkok yang mulai padat.

 

Gedung BITEC mulai tampak di kejauhan, isyarat bahwa perjalanan kami hampir usai. Saya meraih tas yang sejak tadi berada di pangkuan, bersiap untuk turun. Sophie berdiri di samping, matanya kini benar-benar terjaga dan kami berjalan perlahan menuju pintu bus, menanti saatnya terbuka penuh.

 

Begitu kaki kami menyentuh trotoar, Sophie kembali menggenggam tangan saya, kali ini lebih erat. Saat itu saya sadar bahwa untuk menjadi tempat pulang, kita tak perlu tahu segalanya. Kadang, cukup hadir sepenuh hati dan menggenggam balik, tanpa syarat.

 

“When a child reaches for you, the world quietly disappears.”

Part 33.

 

 

 

 

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!