0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“None of us, I mean literally none of us would let 100 people walk into our bedroom first thing in the morning. You would never do that, but we let 100 notifications enter our mind. You’re expecting your mind goes from zero to 60 miles per hour in five seconds.  When you open up instagram or whatsapp or emails and its so much pressure in our minds, that’s really all it is. It’s pressure and stress for your mind to have to wake up and warm up way quicker than our bodies do.”

Jay Shetty – Inspirational speaker

 

Costwolds berasal dari bahasa Inggris kuno yang berarti domba yang menutupi hamparan lereng bukit dan daerah yang menawan ini terletak di sebelah barat kota London.

 

The Cotswolds terdiri dari beberapa kota kecil dan puluhan desa yang  didapuk sebagai area of outstanding natural beauty karena keasriannya bagaikan negeri dongeng ala Enid Blyton.

 

Pagi itu saya ditemani oleh John berkunjung ke Costwolds, dua jam dari Dorset dengan mengendarai mobil. Sehari sebelumnya mengunjungi Corfe Castle bersama Maggie dan Oliver ,pasangan suami istri yang merupakan host family saya, serta John, sahabat dari Oliver.

 

John menyetir mobil dan saya disampingnya sibuk menikmati pemandangan  seakan masuk kedalam novel masa kecil.   Dua desa pertama yang kami kunjungi  adalah Upper Slaughter dan Lower Slaughter, yang terletak tepat di sungai Eye yang dihiasi jembatan kayu kokoh menambah cantik suasana.

 

Setelah itu menuju ke kota Broadway untuk menikmati seruputan English tea dan kue jahe ala pedesaan. Disana  disambut dengan jejeran cafe  dari batuan kuning gading yang dibatasi  oleh jalanan beraspal.

 

“Sarah, apakah kamu pernah makan ikan trout , sejenis ikan salmon.” John yang sedari hanya mengamati saya sambil tak henti tersenyum karena tingkah laku seperti anak kecil yang sedang menikmati balon kesayangannya jangan sampai terbang.

 

What, oh sorry, pikiran saya berkelana ke seluruh novel masa kecil mulai dari Lewis Caroll hingga Enid Blyton. Terima kasih sudah membawa saya ke seluruh tempat dari novel tersebut sejak kemarin, John. You are so kind.” Sembari menepuk tangan kencang sekali saking bahagianya.

 

It’s okay, kita lunch ke Bibury trout farm, sangat terkenal dengan olahan ikan troutnya yang fresh.”

 

“Oh I love fish. Saya kan orang Bugis, pastinya pencinta ikan sejati. Di Leeds, hampir setiap hari saya makan salmon dan harring karena murah dan segar. Saya sampai punya langganan ikan salmon di Leeds Market.”

 

Setelah menikmati suguhan smoked fillet yang dipadu dengan empuknya granary bread dan aneka salad yang melimpah, kami pun mengakhiri perjalanan hari itu dengan mengunjungi Castle combe.

 

Desa yang terstunning di Costwolds karena  setiap sudut seakan berada di dalam novel. Terlihat jejeran rumah dengan kaca megah ala  Tudor Revival yang seakan selama ratusan tahun tak tersentuh oleh peradaban modern.  Pada era Tudor inilah, kaca pertama kali digunakan dan mencerminkan kekayaan pemiliknya karena kaca adalah barang yang sangat mewah pada abad itu.

 

Wow, It’s like a fairytale village that’s cut off from the rest of the world, bukankah begitu, John ?” Saya meloncat kegirangan. ”Oh, I feel so alive, John.”

 

Dua tahun lalu, tiba-tiba saya merindukan ritme hidup seperti masa itu.  Dimana hidup secara mindful sangatlah damai.  Saya merasa social media mendominasi kehidupan sehingga  perlu detox total dari pengaruh gadget yang tidak terkontrol.

 

Selama dua tahun lebih detox sejak akhir 2019 hingga mulai lagi kembali menggunakan social media secara aktif yaitu pada awal 2022 perasaan damai seperti saat  di Costwolds kembali bisa saya rasakan setiap hari tanpa perlu ke sana.

 

Mindful living helps me focus on the present moment instead of hanging out in the past which no longer exists or the future which often cause me to hide away in my head.

 

In the present moment, I  have full control over my thoughts, feelings, and actions.

 

“The technology is great,but one of the things that we don’t talk about is what is the balance of technology in our lives? I would argue that for many of us ,it’s out of balance. We know that  the chemical dopamine is released whenever we get a bing, buzz, flash or beep from  our phone. Dopamine is the exact same chemical that released in alcohol, nicotine and gambling. In other words, it can be addictive if left unbalanced.”

Simon sinek

 

April 27th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!