“Not everything asks us to move forward, some ask us to look closer.”
Saya masih berdiri di sana beberapa detik lebih lama dari yang saya kira, tepat di bawah tulisan “ketibaan” dan “persinggahan”.
Orang-orang terus bergerak dengan langkah mereka yang tetap consistent seolah sudah tahu ke mana harus pergi tanpa perlu berhenti.
Saya akhirnya berjalan juga, tetapi tidak secepat yang lain. Langkah saya mengikuti ritme yang lebih tenang, seperti masih membawa sisa diam dari dalam pesawat.
Di perjalanan menuju area berikutnya, dua kata itu masih terasa tinggal. Ketibaan dan persinggahan, datang dan berhenti sebentar.
Saya menyadari sesuatu yang sederhana. Saya tidak merasa tertinggal, meskipun berjalan lebih pelan.
Mungkin selama ini saya terlalu sering mengukur diri dari seberapa cepat saya mengerti dan seberapa cepat semuanya terasa selesai tanpa memberi ruang untuk persinggahan.
Padahal tidak semua perjalanan meminta kita untuk langsung tiba. Ada yang justru membutuhkan jeda dan berjalan sedikit lebih pelan, agar kita sempat mengerti ke mana arah kita sebenarnya.
“Not every moment is about reaching, some are about noticing.”
Part 13.

