Palau adalah sebuah Negara kepulauan di Samudera Pasifik, letaknya sekitar 200 km sebelah utara wilayah provinsi Papua Barat, 255 km sebelah timur wilayah provinsi Maluku Utara, 500 km sebelah timur wilayah provinsi Sulawesi Utara dan 500 km sebelah timur Negara Filipina. Negara ini terkenal dengan keindahan alamnya yang sangat cantik. Terdiri dari banyak pulau dengan pantai-pantai cantik dan alam bawah laut yang mempesona.
Republik Palau memiliki air yang sangat jernih, terumbu karang yang masih asli, dan kehidupan laut yang sangat melimpah. Walaupun tergolong Negara terpencil, Palau merupakan salah satu destinasi snorkeling dan diving terbaik di dunia. Selain itu, Palau juga dianggap sebagai tujuan wisata yang istimewa di kalangan traveler yang pernah berkunjung ke sana. Tidak heran kalau Negara ini banyak dikunjungi turis.
Belakangan ini jumlah turis yang datang ke Palau meningkat, terutama turis asal China. Peningkatan yang terjadi pada jumlah turis yang berkunjung ke Palau di tahun lalu sekitar 150 ribu orang. Jumlah ini meningkat 70% dari tahun 2010. Jumlah penduduk di Palau bahkan tidak lebih banyak dari jumlah turis yang datang. Penduduk yang tinggal di sana hanya sekitar 20 ribu orang.
Sayangnya, sejak jumlah turis mulai meningkat tiap tahunnya mengakibatkan rusaknya sejumlah objek wisata alam di Palau. Kondisi alam di sana beberapa tahun ini mendadak berubah cenderung rusak akibat sampah plastik yang dibuang sembarangan oleh para turis yang datang.
Untuk mengantisipasi semakin parahnya kerusakan lingkungan di Palau, belum lama ini pemerintah Palau memberlakukan sebuah perjanijan bernama ‘Palau Pledge’. Isi perjanjiannya kurang lebih seperti ini: “Saya berjanji sebagai tamu, untuk melindungi dan melestarikan pulau yang indah. Saya berjani untuk bersikap baik dan mengeksplorasi pulau dengan penuh perhatian”.
Bagi pengunjung yang berminat untuk bertandang ke Palau diwajibkan untuk menanda tangani perjanjian lingkungan tersebut terlebih dahulu. Sama halnya dengan visa, surat perjanjian tersebut akan diberi cap dalam paspor setiap turis. Hal ini dilakukan tidak lain untuk membuat kesepakatan agar para turis ikut menjaga dan menghormati lingkungan. Ini juga merupakan bentuk upaya yang diharapkan dapat menjaga kelestarian ekologi Pulau Palau.
Presiden Tommy Remengesau, kepala pemerintahan Republik Palau, mengatakan bahwa tindakan tersebut dilakukan untuk melestarikan lingkungan demi generasi mendatang. Lingkungan sekitar Palau merupakan tempat bergantung warga Negara Republik Palau untuk bertahan hidup. Jika keindahan Negara tersebut hilang karena kerusakan lingkungan, maka generasi selanjutnya tidak akan bisa lagi menikmati indahnya Palau dan segala keanekaragamannya.
Sampah memang masalah identik seputar kerusakan lingkungan yang menjadi ‘PR’ bagi setiap negara. Cara yang dilakukan tiap Negara untuk memberantas sampah pun tentunya berbeda-beda. Upaya pemberantasan sampah yang dilakukan oleh Republik Palau dengan surat perjanjian lingkungan ini tergolong unik karena sebelumnya tidak pernah ada Negara yang melakukan dengan cara tersebut. Pulau Palau bahkan diklaim sebagai pulau pertama di dunia yang memiliki peraturan seperti itu, dengan mengharuskan pengunjungnya untuk menanda tangani perjanjian saat tiba di Negara tersebut.
Dengan adanya perjanjian lingkungan tersebut diharapkan dapat menjaga kelestarian dan keindahan Pulau Palau karena seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa Negara tersebut menyimpan banyak keindahan, tidak hanya di bawah laut, tapi juga di atas lautnya. Industri pariwisata di sana merupakan penyumbang terbesar pemasukan Negara. Tidak tanggung-tanggung, persentasenya mencapai 85% sehingga amat sangat disayangkan apabila kemajuan pariwisata justru berdampak merusak lingkungan.
Society tidak akan ada jika lingkungan di sekitarnya rusak. Membuang sampah pada tempatnya merupakan hal kecil yang bisa kita lakukan untuk menjaga kelestarian lingkungan. Sudahkah kamu menerapkan kebiasaan itu?


