Circular fashion perlu di terapkan sesegera mungkin. Jika Anda tidak menyadari bahwa fast fashion dapat dan telah merusak lingkungan, Anda masih hidup di zaman batu. Fesyen adalah salah satu kontributor utama polusi di udara dan lautan kita, dan juga membahayakan kesehatan para pekerja yang memproduksinya.
Menurut Ellen Macarthur Foundation, industri tekstil akan menambah 22 juta ton microfiber di laut pada tahun 2050 sehingga kita akan makan dan bernapas dengan pakaian kita sendiri.
Menurut World Development Indicators Bank Dunia, produksi pakaian meningkat dua kali lipat dari tahun 2000 hingga tahun 2015 tetapi pemanfaatan ulang barang-barang pakaian menurun secara signifikan, yang menyebabkan limbah bertambah. Diperkirakan satu truk sampah penuh dengan pakaian dibakar atau ditimbun setiap detik.
Ini adalah tekanan yang sangat besar pada sumber daya alam dari planet kita. Untuk memerangi limbah dan industri fashion yang tidak berkelanjutan, beberapa visioner berbicara tentang mendesain ulang industri tekstil dengan visi yang melingkar.
Apa itu Circular Fashion?
Fashion circular adalah istilah yang pertama kali digunakan secara terbuka pada tahun 2014 oleh dua orang yaitu Felix dan Anna. Felix Ockborn adalah koordinator pelestarian lingkungan untuk H & M di Stockholm. Anna Brismar adalah salah satu konsultan keberlanjutan terkemuka di dunia dalam industri tekstil dan pemilik Circularfashion.com.
Mereka membayangkan masa depan baru untuk industri di mana pakaian dan aksesori dirancang sedemikian rupa sehingga diproduksi tanpa mikrofiber dan bahan baku berbahaya lainnya. Ada penekanan pada kualitas dan umur panjang setiap pakaian, dan fokus khusus pada daur ulang.
Dengan demikian, siklus hidup barang fashion dapat dipecah menjadi beberapa elemen berikut
Desain: Pakaian dan aksesori akan dirancang untuk produksi ramah lingkungan menggunakan bahan berkualitas tinggi untuk meningkatkan masa pakai di lemari pakaian Anda dan juga akan memiliki model yang timeless atau abadi sehingga akan menarik pengguna baru.
Produksi: diproduksi dengan menggunakan bahan berkualitas tinggi untuk jangka panjang dan jika memungkin biodegradable, sehingga nantinya dapat dikomposkan.
Selain itu, pakaian dan aksesori akan diproduksi dengan bahan sintetis yang tidak beracun yang dapat didaur ulang secara efektif, seperti poliester yang dapat didaur ulang.
Penggunaan: melalui peminjaman, penyewaan, dan desain ulang sehingga memperpanjang jangka waktu barang fashion secara signifikan.
Reuse: Pada akhir siklus hidup produk, subkomponen akan digunakan sebagai bahan baku untuk membuat produk baru, atau dibuat kompos untuk berubah menjadi nutrisi biologis untuk mikroorganisme di dalam tanah.
Bagaimana Anda bisa menjadi konsumen Circular Fashion?
Sebagai pengguna, Anda perlu memikirkan tentang meminjam, menukar, menyewa, atau membeli barang-barang antik sebelum membeli barang-barang baru. Ketika Anda membeli baju, carilah yang berkualitas tinggi dan tak lekang waktu sehingga bisa Anda gunakan untuk waktu yang lama.
Pilihlah mode yang dibuat dengan bahan organik, tidak beracun dan dapat didaur ulang. Donasikan atau berikan barang kepada teman dan keluarga untuk memberi mereka kehidupan baru.
MUD Jeans adalah merek pertama yang memungkinkan pelanggan menyewakan jeans dan mengirimnya kembali setelah setahun untuk didaur ulang ke lebih banyak jeans atau sweater. Di India, Aterlier OM + OM Khadi di Goa adalah label mode yang mengundang pelanggannya untuk mengembalikan produk mereka setelah dua tahun untuk dicetak ulang atau dicelup ulang.
Pada Januari 2018, Global Fashion Agenda (GFA) 2020 Circular Fashion Commitment diumumkan untuk mengambil langkah nyata . 64 perusahaan fast fashion dan desainer mewah telah menandatangani perjanjian termasuk Zara, Asos, H & M, Adidas dan Kering perusahaan induk dari Gucci, Saint Laurent dan Balenciaga.
Adidas akan mendirikan pusat pengumpulan pakaian bekas, ASOS akan melatih kembali desainer mereka untuk menggunakan filsafat mode melingkar dan berhenti menggunakan bahan yang tidak dapat didaur ulang , sementara H & M akan mendanai penelitian tentang daur ulang tekstil untuk menuju circular fashion yang di cita-citakan.



