0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“In the simplicity of cleaning, we create space for positivity to flow.”

 

Keheningan yang hangat tetap menyelimuti kami, suasana semakin terasa akrab seiring kedamaian yang mengalir dari percakapan kami. Angin malam bertiup kencang di luar, menambah sentuhan sejuk yang memeluk seluruh ruang dapur.

 

Saya menatap Arsyl dan Hong yang kini duduk dalam hening, lalu perlahan bangkit dari tempat duduk, berniat untuk mencuci piring dan membersihkan meja yang mulai tertutup sisa-sisa makanan.

 

Mereka juga ikut bangkit, dan tanpa ragu, Hong mulai berbicara. “In Chinese culture,” katanya dengan suara lembut, “we have this tradition of washing dishes before going to bed. It’s part of Feng Shui.”

 

Arsyl menoleh, wajahnya tampak tertarik. “Feng Shui?” tanyanya, seakan penasaran. Hong mengangguk perlahan, menyentuh sedikit bibir cangkirnya sebelum melanjutkan. “Yes, Feng Shui translates to ‘wind-water.’ yaitu tentang menciptakan aliran energi yang harmonis, termasuk di dapur.”

 

“Kenapa?” saya membalikkan badan, tertarik dengan penjelasan Hong. “Dapur, khususnya, dianggap sebagai symbol kelimpahan dan keberuntungan. Jika kita membiarkan piring kotor menumpuk di wastafel, itu diyakini bisa menguras energy positive.”

 

“Intinya adalah menjaga dapur tetap bersih, rapi, dan bebas dari kekacauan. Ini akan membawa energy positive ke dalam kehidupan kita,” Hong melanjutkan. Arsyl mendengarkan dengan seksama, matanya menatap Hong seolah merenungkan kata-katanya. “I see,” ujarnya pelan, namun penuh pemahaman.

 

“So, keeping the kitchen clean is not just about tidiness, but about inviting good energy, right?” Hong tersenyum. “Exactly,” jawabnya. “It’s a practice of mindfulness too. Ketika kita mencuci piring-piring, kita membersihkan energy lama dan memberikan ruang untuk hal-hal baru yang positive masuk.”

 

“The energy we cultivate in our space invites the energy we welcome into our lives.”

Part 8.

 

Bagikan ini:
error: Content is protected !!