“Certain vehicles carry more than passengers, they carry our stories.”
Perjalanan kali itu sudah terasa special bahkan sebelum roda berputar. Bukan sekadar road trip biasa, melainkan awal dari sebuah kisah menyeberangi lautan luas yang menghubungkan saya dengan kampung halaman di Makassar.
Mobil tidak hanya menyeberang singkat seperti saat menuju Sumatera, tetapi dikirim jauh, menumpang kapal besar menyeberangi lautan menuju Pulau Sulawesi.
Kami terbang beberapa hari kemudian dan ketika mendarat di Makassar, mobil itu sudah setia menunggu. Rasanya seperti bertemu kembali dengan sahabat lama yang sabar menanti untuk melanjutkan cerita bersama di pulau yang baru.
Pagi itu, tujuan kami adalah Toraja. Begitu keluar dari keramaian kota dan roda mulai menyentuh jalan menuju Makale, suasana perlahan berubah.
Udara menjadi lebih sejuk, dibawa oleh angin yang tidak hanya segar, tetapi juga membawa aroma tanah basah dan dedaunan yang baru saja disapu hujan malam tadi.
Di tikungan-tikungan panjang yang merayap di punggung bukit, saya menyadari bahwa perjalanan seperti ini bukan hanya tentang jarak yang ditempuh, melainkan tentang suasana akrab yang ikut menemani.
Mungkin di situlah letak nilai sebuah perjalanan. Bukan semata pemandangan yang lewat di jendela, tetapi juga kisah saat membawa mobil itu sejauh ini. Ia menjadi saksi dan teman setia dalam setiap moment kami di Sulawesi.
“A car can be a moving diary, each trip a page turned.”
Part 1.

