0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Words are pale shadows of forgotten love. As love has power, words also have power. Words can either light fires or soothing in the minds of people. Words can also wring tears from the hardest hearts.” Unknown

 

Semarang adalah kota yang mempunyai tempat yang sangat special di hati Chris , tidak hanya karena banyaknya bangunan sejarah peninggalan Belanda tapi juga karena kota ini adalah  kampung halaman dari mamanya yang bernama Marijke.

 

Mama Marijke yang mempunyai darah campuran Germany dan Semarang lahir hingga toddler di kota yang menawan ini karena kedua orang tuanya kebetulan berprofesi sebagai lawyer di zaman itu.

 

Mama Marijke mempunyai memory yang indah dimana mereka bersebelas bersaudara masing-masing mempunyai babysitter yang semuanya sangat penyayang sehingga mereka sempat merasakan kehangatan kasih sayang yang melimpah ruah dari para babysitter tersebut.

 

Mama Marijke juga sangat pandai membuat berbagai makanan khas Indonesia  misalnya lumpia goreng, lapis legit dan klapertaart yang sering beliau suguhkan disaat saya mengunjunginya di Belanda.

 

Salah satu bangunan  yang masih berdiri kokoh walaupun terlihat tak terawat pernah kami kunjungi adalah bekas Pabrik Hygeia. Nama ini terinspirasi  dari nama seorang putri dari Asclepius yang merupakan dewa pengobatan dalam mitologi Yunani kuno. Asclepius mempunyai makna penyembuhan dari seni medis sedangkan Hygieia berarti  dewi kebersihan.

 

Bangunan ini terletak di  Kawasan Kota Lama , tepatnya di komplek pasar ikan  hias dan  merupakan bangunan konstruksi beton pertama di kota ini.  Tempat tersebut merupakan pabrik pertama yang memproduksi air soda dalam kemasan botol atau lebih dikenal dengan sebutan air Belanda.

 

Pabrik tersebut didirikan oleh seorang apoteker Belanda bernama Hendrik Freerk Tillema. Sebelum pindah ke Indonesia , ia pernah bekerja di sebuah apotek di Bolsward, Belanda.

 

Hygieia adalah produk minuman karbonasi unggulannya yang menyebar tidak hanya di kota Semarang namun hingga ke Sumatra dan Kalimantan. Malam itu hati saya dan Mbak Tya sangat berbunga-bunga karena telah berhasil kembali ke kelas pak Putu Darma untuk mengikuti materi lanjutan yaitu materi cinta .

Pak Putu adalah  salah satu pakar dan praktisi NLP yang sangat tulus dan penuh passion. Beliau mengajarkan bagaimana powerfulnya sebuah kata-kata dan cinta apalagi digabungkan dengan teknik NLP.

 

Teknik NLP  mampu membius mereka yang mendengarkan atau pun membacanya. Cara  mengolah kata-kata tersebut sangat dibutuhkan dalam kehidupan termasuk didalam dunia percintaan.

Betapa powerfulnya kata-kata bisa dilihat dari beberapa contoh novel yang saking romanticnya diangkat sebagai film .  Misalnya dalam “Ada Apa Dengan Cinta” dikisahkan bagaimana Rangga mengucapkan hanya sebaris kata kepada Cinta, “Aku ingin memilikimu sekali lagi” namun mampu membuat Cinta  meninggalkan tunangannya dan memilih Rangga.

 

Di novel bumi manusia dikisahkan Annelies, anak dari nyai Ontosoroh mengajak Minke berkeliling ke perkebunan dan beristirahat di tepi danau sambil  bertukar cerita. Disaat  jemari sebelah kiri Minke mengelus dagu Annelies dan berkata “Tak menyangka berhadapan dengan Dewi secantik ini.”

 

Hanya sepatah kata namun mampu membuat Annelis tersipu malu dan berkata”Kau bilang aku cantik?” “Tanpa tanding.”jawab Minke singkat.

 

Sekali lagi, hanya sebaris kata namun bisa dilihat bagaimana kata tersebut mampu memporak porandakan tidak hanya Annelis namun saya sebagai pembaca novelnya saat itu ikut terhanyut dan  meleleh.

 

Contoh lain dalam film Cinta Selamanya dimana sepenggal kata “tak perlu dua, cukup dia”  mempunyai arti yang sangat deep.  Kata singkat itu mampu memberikan makna bahwa saya tidak perlu lagi mencari orang baru ketika saya sudah memiliki dia yang bisa mengisi segala  kekurangan diri saya.

 

Oh gosh, forget the butterflies , I feel the whole zoo when I am reading all those words.

 

Hanya  rangkaian kata tapi jika dikombinasikan dengan teknik NLP mampu meluluh lantakkan hati dan pikiran yang sebeku apa pun.

 

Satu  hal yang terngiang sampai sekarang dari materi kelas tersebut untuk mbak Tya dan saya adalah ketika kita terus memberikan yang terbaik yang diungkapkan  melalui kata-kata yang positif, soon or later  akan mendapatkan yang terbaik sesuai dengan  yang kita inginkan atau bahkan melebihi dari ekspektasi.

 

Hanya sehari bersama beliau, tapi tak pernah sedetik pun mengeluarkan kata yang penuh judgemental. Beliau dipenuhi aura cinta dan kasih sayang yang sangat mendalam.

 

Terima kasih tak terhingga kami hanturkan untuk Pak Putu Darma atas ketulusannya dalam mengajar kami.

 

The power of words is immense. A well-chosen word has often sufficed to stop a flying army, to change defeat into victory and to save an empire.”

Emile de Girardin – One of the most successful and flamboyant French journalist of the era

 

March 13th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!