0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Every language carries its own music. Listening carefully reminds us that different melodies can still tell the same story.”

 

Saya belum sempat menambahkan apa pun ketika dari arah belakang terdengar suara lain yang tiba tiba ikut masuk ke dalam percakapan. Pemilik toko perhiasan yang sejak tadi sibuk merapikan etalase menoleh ke arah kami.

 

Matanya membesar, lalu wajahnya langsung dipenuhi antusiasme. “Cheung Mo Kei? Yeah, I know that one.” Saya tersenyum dan menoleh kepadanya. “Isn’t that Thio Bu Ki?”

 

Ia mengangguk cepat sembari tersenyum lebar. “Exactly the same person. The difference simply comes down to dialects. Thio Bu Ki is the Hokkian pronunciation while Cheung Mo Kei is Cantonese.”

 

Saya mengangguk pelan. Rasanya menarik mendengar satu tokoh yang sama memiliki nama berbeda, hanya karena lidah yang mengucapkannya berasal dari tempat yang berbeda.

 

Sering kali kita mengira perbedaan berarti ketidaksamaan. Padahal, tidak sedikit perbedaan lahir hanya dari cara sebuah budaya mengucapkan hal yang sama. Nama berubah. Pengucapan berganti.

 

Namun orang yang dimaksud tetap tidak berpindah ke mana mana. Mungkin manusia juga demikian. Sebelum terburu buru menyimpulkan bahwa seseorang berbeda dari kita, sebaiknya konfirmasi terlebih dahulu.

 

Bisa jadi yang berbeda bukan maknanya melainkan bahasa yang digunakan untuk menyampaikan hal yang sama.

 

“The world feels smaller when we realize that familiar things often wear unfamiliar names.”

Part 34.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!