0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“When our identity expands to include everything, we find a peace with the dance of the world. The ocean of life rises and falls within us – joy and pain, it is all ours, and our heart is full and empty, large enough to embrace it all.”

Jack Kornfield

Angin dengan lembut berhembus menyeruak diantara rintik hujan dan tiba-tiba rindu dengan mbak Yovi dan mbak Ayu. Rindu masa-masa dimana kami bertiga geret-geret koper bersama dari satu negara ke negara lain dan menjelajah dari satu tradeshow ke tradeshow yang lain. Namun hal  yang paling selalu saya rindukan adalah saat moment sharing pada malam hari dimana saya bisa bercerita dan menunjukkan mulai dari kisah kekonyolan hingga ke sisi fragile.

Saya lalu menuliskan pesan singkat kalau merindukan masa-masa itu dan menceritakan keluh kesah yang didengarkan dengan sabar oleh Mbak Yovi. Dia langsung menuliskan bahwa ada penggalan kata yang tidak akan pernah dia lupakan yaitu:

Ada masanya menanam

Ada saat panen

Ada masa tertawa

Ada saat bersedih

Ada masa untuk membangun

Ada waktu untuk merombak

Ada waktu untuk berbicara

Ada waktu untuk berdiam

Lalu mbak Yovi menutup tulisannya dengan sebaris kata : Intinya semua harus seimbang. Zaman dulu , RA Kartini bilang “Tiada awan di langit yang tetap selamanya.”

Hati dan jiwa saya yang kala itu sedih, kalut, galau bercampur menjadi satu jilid buku bagaikan diikat dengan rantai kapal yang terbuat dari baja, perlahan lepas dan sirna saat membaca tulisan hangat dari mbak Yovi.  Saya sadari harus terus menapak dan menyingkirkan serpihan yang telah menjadi puing dengan bekal kesabaran dan kebesaran hati.

Semua yang sudah terjadi , jika bagus di terima dengan hati yang gembira dan yang tak diharapkan, tak perlu untuk disesali. Hanya saja hal tersebut harus  dijadikan sebuah cermin di sekolah kehidupan untuk melihat kembali apa yang telah  terjadi dan dijadikan pelajaran.  Pain dan joy pada dasarnya adalah sesuatu yang perlu ada keseimbangan yang berfungsi sebagai pengingat pada diri sendiri.

Sayup-sayup terdengar alunan lagu beautiful day mengiringi saat saya mengakhiri pembicaraan dengan mbak Yovi, kini dengan hati yang perlahan merekah layaknya bunga tulip pada bulan April di Keukenhof.

Lord, Thank you for sunshine

Thank you for rain

Thank you for joy

Thank you for pain

It’s a beautiful day-ay-ay-ay-ay

It’s a beautiful day-ay-ay-ay 

“Without dark clouds in our lives, we would never know the joy of sunshine. We can become callous and unteachable if we do not learn from pain.”

Billy Graham

April 12th,2023

Bagikan ini:
error: Content is protected !!