“You need me-time, not because others don’t deserve your attention but because you do.”
Unknown
Racau seekor burung yang seharusnya terdengar merdu dari kemarin sayup sayup lirih. Kepakan sayapnya terbang kesana-kemari penuh semangat, terlihat bak jenggala tanpa raga. Langit sebiru sapphire diantara gumpalan awan putih bak mutiara pun terlihat kelabu dipelupuk mata.
Saya berjalan gontai pulang ke apartment dan esok paginya, terbangun sebelum alarm subuh berkumandang dengan muka gelisah. Mbak Patsy nampak tertidur lelap dan saya masih terbaring di tempat tidur hingga akhirnya mentari muncul perlahan dari balik jendela.
“Mbak Pats, aku dari kemarin pikirannya kacau balau, kenapa yah ?”
“Tenangkan pikiran, mbak Sarah. Mau ngopi dulu ? Ini ada coffee Indonesia ter-favorite.” Mbak Patsy tersenyum manis sembari menunjukkan sebungkus coffee kesayangannya.
Ah iya, aku dari kemarin saking sibuknya belum me-time. Aku duluan yah ,mau minum teh sambil menemani pohon ber-photosynthesis. Terima kasih sarannya, mbak Pats. ” Saya melepas canda dan langsung loncat dari tempat tidur lalu berlari ke breakfast area di restaurant yang terletak di roof top hotel.
Oh well, to create a bond with myself, I should always keep a few minutes aside every day when I can just be with myself. At the end of the day, I will find that those moments form the best part of my day. It actually helps to restore my energy and calm my mind so I am ready to start the day with full force.
Dear me, peace of mind and full of love can protect you. They allow you to overcome hectic life and the problems that life hands you. Yep, it’s all about pressing my “pause” button for a few minutes and focusing on which buttons I need to hit next for today.
“Me-time in a busy day is like milk in coffee – even a little change a lot.”
Unknown

