0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“Your personal brand is a promise to your client. A promise of quality, consistency, competency, and reliability.”

– Jason Hartman

 

Semburan dingin dari AC terasa hingga ke meja dimana saya dan mbak Yovi sedang menikmati makan siang.  Seperti biasa, saat tradeshow di luar negeri, moment lunch selalu kami gunakan untuk bertukar cerita dari cerita tentang keluarga hingga kisah totalitas para buyer.

 

“Ada buyer sudah turun PO, pesan tas rotan tapi kainnya mereka kirim langsung dari Jepang karena maunya  kain kualitas yang terbagus.”Mbak Yovi membuka pembicaraan.

 

“Aku juga, mbak Yov. Ini lagi proses pembuatan kanzashi tapi selain dari tanduk, mereka  juga mau dari bahan perak. Aku sudah jelaskan kalau speciality-ku buffalo horn, tetap mau pesan lewat aku. Katanya tidak apa lebih mahal.”

 

“Aku juga begitu lho, buyer percayanya cuma sama aku.”

“Iya Manggar bag by Yovie kan sudah terkenal seantero buyer Jepang.” Mata bersinar ikut bangga melihat pencapaian mbak Yovi yang cemerlang.

 

“Sudah dikirim kain batiknya sampai ribuan  meter pakai DHL.”

“Lho koq mirip ceritanya, mbak. Aku juga dikirimin mutiara akoya  banyak banget pakai DHL juga. Malah juntaian kulitnya dikirim langsung dari supplier-nya yang di Italy.”

 

“Iya koq barengan yah, Sarah.”Kami langsung saling berpandangan dan mulai merangkai serpihan puzzle yang semuanya seakan mengarah ke dalam satu bingkaian frame.

 

“Mbak, jangan-jangan kita handle buyer yang sama yah? Huruf awalnya ini bukan, mbak ?  Nama Sachou huruf awalnya ini yah ? ”  Menyebutkan hanya huruf awal karena kami berdua tahu peraturan tak tertulis jika menghadapi buyer premium, kerahasiaan siapa buyer tersebut sangat dijaga.

 

“Wah buyer-nya sama!  Aku ketemu sachou-nya pertama kali saat di tradeshow Bangkok. Mbak Yov kenal pertama kali di tradeshow mana ?” Sangat excited hingga saya bertepuk tangan dan melompat.

 

“Aku pas di Tokyo, Sarah.” Menjawab dengan nada excited yang sama namun dengan gerakan yang feminin.

“Mereka tidak peduli harga dan sungguh totalitas saat mengirimkan material terbaik, pasti customer-nya pakai untuk acara istimewa juga  yah, mbak ?”

“Aku dengar sih launching untuk koleksi hanami dengan memakai kimono yang tercantik lalu berangkat ke kuil untuk berdoa.”Mbak Yovi mulai menerangkan.

 

“Wow, mewah!  Customernya akan pakai tas rotan yang lapisan kain khusus dari mbak Yovi dan kanzashi  yang dipenuhi butiran akoya pearl dari aku. ”

Kami pun tersenyum, ternyata kami sedang berkolaborasi dalam senyap.

 

Sejak mulai handle buyer premium, sesuatu hal yang lumrah jika dalam pembuatan  satu product diperlukan beraneka macam materi terbaik dari setiap negara.   Contohnya saat mengerjakan order dari salah satu designer terkemuka di America.

 

Saat menerima product yang masih tahap awal dari supplier Korea sang buyer, sudah dalam bentuk gelang dari frame stainless steel.  Tugas saya mengisi salah satu sudut dengan lempengan horn yang telah di polish.  Setelah proses selesai,  saya tinggal membungkus semua dan membawa ke DHL untuk dikirim ke Burma.

 

Sesampai di Burma, dilakukan inlay batu ruby lalu lanjut pemasangan  batu emerald di Colombia setelah itu ke Bostwana untuk diamond inlay .  Akhirnya barang kembali berputar ke Australia untuk proses akhir yaitu gold plating sebelum dikirim untuk final touch di America.

 

Pada saat awal mendapatkan buyer dengan demand seperti ini,  saya sempat tercengang  dan akhirnya mengerti mengapa orang rela membayar berapa pun untuk the best quality.

 

Saya juga akhirnya mengerti kenapa premium buyer hanya ingin bekerja sama dengan orang yang mempunyai track record personal brand yang  strong dan susah pindah ke lain hati.

 

Semua torehan kejadian tersebut membuat saya semakin menyadari bahwa  walaupun banyak  jalan pintas jika ingin mengakuisisi buyer, tetapi tidak akan pernah ada jalan pintas untuk mengakuisisi loyal buyer.

 

Remember, a strong personal brand  can  set yourself and your business apart from the competition, so make the most of it by always applying the three Japanese concepts : Omoi-yari berarti caring for others, “Kaizen” yaitu tindakan terus-menerus untuk mencapai titik kesempurnaan dan “Taisetsu ni suru” yang berarti  you are so precious to me.

 

Dear me, personal branding is not about you. It’s about putting your stamp on the value you deliver to others.

 

Your personal brand follows you wherever you go and sometimes even lingers behind when you leave a room.”

Jackie Cantoni

 

June 10th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!