“Sometimes the most scenic roads in life are the detours you did not mean to take.” Angela N. Blount
Bus terus bergerak perlahan meninggalkan area Shimbashi sementara langit pagi mulai terlihat lebih terang saat kawasan teluk Tokyo di sekitar Ariake dan Odaiba mulai terbuka di balik deretan gedung tinggi.
Dari kejauhan, bentuk Tokyo Big Sight mulai terlihat dengan atap segitiganya yang khas berdiri kokoh di ujung jalan.
Cahaya pagi memantul tipis di permukaan kacanya sementara jalan di sekitarnya mulai dipenuhi bus dan orang orang yang berjalan cepat menuju gedung convention center itu.
Beberapa penumpang di dalam bus mulai merapikan tas dan melihat ponsel mereka, seolah ritme pagi perlahan kembali bergerak lebih cepat.
Di dekat jendela, seorang wanita dengan coat warna cream duduk diam dengan kedua tangan bertumpu di atas tas kecil hitam di pangkuannya. Ia tidak memainkan ponselnya ataupun melihat jam.
Ia hanya memperhatikan jalan yang terus bergerak di luar kaca. Suasana sederhana itu terasa membawa ketenangan yang sama seperti hotel Tokyo Baycourt yang tadi saya lihat dari balik jendela bus.
Oh well, mungkin memang ada hari hari ketika rasa tenang tidak datang dari tempat yang kita tuju tetapi dari cara kita perlahan berhenti melawan ritme kecil yang sejak awal sebenarnya sudah mencoba menenangkan kita.
“Some journeys become memorable when we stop resisting their rhythm.”
Part 15.

