0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“The world may rush, but not every heart needs to follow its speed.”

 

Tak lama kemudian, seorang pria tua keluar dari bangunan kecil menyerupai kuil yang sejak tadi saya perhatikan.

 

Di tangannya ada sapu bambu kecil dengan gagang kayu yang warnanya sudah sedikit pudar. Ia bergerak pelan dan menyapu daun daun kecil yang sebenarnya nyaris tidak mengganggu siapa pun.

 

Tidak ada ekspresi terburu buru di wajahnya. Sesekali ia berhenti hanya untuk melihat ke arah jalan yang mulai ramai lalu kembali menyapu dengan ritme yang sama, tenang dan tanpa banyak suara.

 

Saya memperhatikannya cukup lama sampai tanpa sadar ritme saya sendiri ikut melambat mengikuti kibasan sapunya yang pelan dan teratur.

 

Sepertinya tidak semua hal harus dijalani secepat itu hanya karena dunia di sekitar bergerak cepat. Ada orang orang yang tetap memilih menjalani pagi dengan ritme lambat tanpa ikut tergesa gesa.

 

Berbeda dengan saya kemarin yang justru berjalan terburu buru melewati jalanan ini menuju Tokyo Big Sight tanpa benar benar memperhatikan pagi di sekeliling saya.

 

Kaleng chocolate di tangan perlahan kehilangan hangatnya sementara pagi di sekitar saya tetap berjalan tenang meski jalanan mulai ramai sedikit demi sedikit.

 

“There is more to life than increasing its speed.” Mahatma Gandhi

Part 10.

Bagikan ini:
error: Content is protected !!