“The day feels different when your pace changes.”
Saya tidak terburu untuk bangkit, masih duduk di depan bangunan tinggi dan bangunan kecil yang tampak seperti kuil itu. Waktu terasa seperti diberi ruang sedikit lebih panjang pagi itu.
Mungkin karena saya memilih keluar lebih awal dari hotel sehingga ada beberapa jam yang tidak terikat apa apa. Justru di sela waktu yang tidak direncanakan itu, hal hal kecil mulai terlihat satu per satu.
Suara langkah yang tadi jarang kini terasa lebih jelas. Pantulan cahaya di permukaan jalan, garis halus di dinding, bahkan diamnya bangunan di depan saya terasa berbeda saat diperhatikan lebih lama.
Tidak ada yang benar benar berubah karena ini jalur yang sama seperti kemarin tetapi ada rasa yang perlahan muncul. Rasa tenang yang membuat saya benar benar menikmati pagi itu dengan cara yang sederhana dan tidak biasa
Di situ terasa, mungkin bahagia tidak selalu perlu ditunggu atau direncanakan. Ia sudah ada di sekitar kita, hanya sering terlewat saat kita bergerak terlalu cepat.
Seperti pagi itu, duduk di sudut jalan yang sunyi sembari menikmati waktu tanpa tujuan tertentu.
Mungkin bahagia lebih dekat dari yang kita kira. Ia hadir dalam pilihan kecil yang kita ambil setiap hari, saat kita berhenti sejenak dan benar benar menikmati apa yang sudah ada di depan kita.
“Familiar places reveal more when you slow down.”
Part 9.

