“Umbrella can’t stop the rain, but make us stand in the rain. Confidence may not bring success but give us power to face any challenge in life.”
Anonymous
Kelabunya langit yang membalut kota Manchester pagi itu lebih sendu dari biasanya seakan mengetahui akan gundah gulananya hati Arsyl karena ditinggal oleh kekasihnya yang kuliah nun jauh di America.
Saat membuka jendela lebih lebar ingin menghirup segarnya hembusan angin pagi, terdengar lengkingan suara dan dari beranda mata terlihat kawanan burung mengepakkan sayap mereka yang kokoh. Tak lama, hanya tinggal bayangan yang hilang perlahan ditelan lengkung bumi.
Tiba-tiba terdengar ketukan di pintu dan terlihat Arsyl dari balik pintu, tampak lusuh karena kurang tidur.
“Hey Sarah, hanya mau mengembalikan thermos karena kamu kan tidak bisa hidup tanpa warm tea.” Langsung berbalik badan dan segera saya tahan.
“Arsyl, mari kita ke Whitworth park untuk melihat kawanan burung sebelum ke kampus.” Mencoba memberikan semangat dengan mata berkilat riang.
“No, saya ingin kembali meratapi nasib. Seperti kata kamu, kalau bisa bersedih selama yang saya inginkan. Ada yang salah dengan diri saya hingga ia tega meninggalkan.” Arsyl terdengar menghela nafas dengan berat seakan hidungnya tertutup gundukan pasir.
“Arsyl, you have to remember that there really is no right or wrong answer to breakups, mostly it’s just a matter of preference. The real challenge is simply finding someone who loves you for you. So just wait until your “aha moment”.
“Maksudnya apa ?”Arsyl mengeryitkan kening.
“The time that you have finally realize that there was nothing wrong with you, you just had a bad fit. Now your challenge is to take that knowledge and find a better fit. Be confident.”
“Confidence is not that they will like me. Confidence is I’ll be fine , if they don’t.”
Christina Grimmie

