0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“If I had eight hours to chop down a tree, I’d spend six hours sharpening my axe.”  Abraham Lincoln

 

Jernihnya tetesan embun tak henti jatuh di dedaunan menemani pagi saya saat itu. Hanya beberapa jam setelah product pertama saya yaitu Dutch Cultured Butter mendapatkan izin edar BPOM, tiba-tiba ada kabar bahagia.

 

Saya  dihubungi oleh sebuah reputable company dan menawarkan untuk menjadi exclusive distributor dari De Grunteman. Rasa takut bercampur gembira muncul dalam benak saya secara bergantian. “Maaf pak , bukannya saya tidak mau masuk ke premium store. Saya perusahaan baru sehingga cash adalah nyawa di perusahaan.” saya mulai memaparkan.

 

“Saya tidak akan kuat kalau harus prefinance untuk  mensupply semua store dengan cabang yang tentunya banyak sekali. Apalagi pembayaran mereka bisa sampai berbulan-bulan. Belum lagi resiko barang direfund.

 

“Teman saya punya pengalaman buruk, productnya diretur menjelang masa expired. Apa tidak kelabakan harus menjual sebegitu banyaknya product dalam waktu singkat sehingga mau tidak mau banting harga, pak” Lanjut menjelaskan panjang lebar dengan nada setengah curhat.

 

Don’t worry, system kami beda karena semua invoice akan outright payment dan barang yang kami beli dari ibu adalah non refundable. Kami mempunyai link yang kuat ke banyak premium store, horeca ( hotel restaurant café ) dan baking serta bakery store di Indonesia sehingga ibu bisa focus produksi saja, kami yang handle distribusi penjualannya.”

 

“Tapi koq bapak bisa memilih saya yang masih baby ini ? “dengan nada masih setengah tidak yakin. “Kami memang mencari product BPOM yang unik dan exclusive. Kapan ibu ada waktu  untuk meeting di kantor saya ?”

 

“Bagaimana kalau zoom saja, pak ?”saya mengusulkan demi menjaga prokes. Akhirnya setelah beberapa kali tertunda, zoom meeting terlaksana. Saya menyalakan camera untuk video call dan dari ujung sana ia terlihat kaget dan mendekatkan mukanya ke screen seakan tak percaya.

 

“Oh bu Sarah ternyata orang Indonesia, saya kira bule beneran soalnya bahasa Inggrisnya teratur dan bagus sekali. Tahu begitu , kita dari awal bahasa Indonesia saja.”

 

“Ah biasa saja koq Inggrisnya, tapi kan bapak sejak awal komunikasi pakai bahasa Inggris kan tidak mungkin aku switch ke bahasa Indonesia” sambil senyam senyum karena hampir tiap hari selama lebih dari sebulan kami berkomunikasi dalam bahasa Inggris.

 

Setelah meeting selesai, keesokan  harinya ia menghubungi dan kini sudah  switch ke bahasa Indonesia.

“Bu Sarah, sebelum membuat contract, saya mau beli productnya satu piece untuk test rasa, apakah bisa ?”  “Baik pak, besok segera kirim ke alamat kantor bapak” saya menjawab dengan suara tenang namun detak jantung bergemuruh kencang .

 

Ia sudah puluhan tahun deal dengan product premium sehingga lidahnya tentu terlatih dan bisa membedakan rasa dan quality.  Akhirnya setelah test rasa, ia sangat takjub dan membuat hidung saya kembang kempis dan pipi memerah merona seperti buah strawberry ranum yang siap dipetik.

 

“Bu Sarah, it’s really good butter. Deal  , saya segera kirim PO siang ini. Nanti bentuk packingnya adalah setiap box isi 6 jars yah,bu “.

 

Hari ini, 25 February 2022,  setelah sholat Jumat  dengan mengucapkan bismillah, langkah kecil ini saya mulai dengan PO pertama berangkat. Ada perasaan haru yang teramat sangat disaat saya mengambil salah satu diantara tumpukan box untuk difoto sebagai memory.

 

Saya pun kembali mengingat perkataan salah satu petugas BPOM  disaat acara jemput bola yang membuat saya semakin berjuang karena tak ada jalan lain.  Saya berkeluh kesah “Mau jualan butter dan keju  tapi harus BPOM ,kenapa tidak dimudahkan dengan PIRT saja, bu ? Saya sampai setengah gila dan stress karena harus dijalani demi tidak melanggar hukum”.

Jawabannya sampai sekarang tetap terngiang, “ Kalau mau gampang, ibu  jualan kerupuk saja atau produk makanan siap saji karena keduanya tidak butuh BPOM MD”

 

Kebetulan salah satu background pendidikan saya adalah  International Business Law, sehingga saya fully aware jika menjual product makanan tanpa sertifikasi BPOM, konsekuensinya for sure adalah denda atau hukuman badan.

 

Selain itu, dengan sabar menunggu hingga BPOM keluar baru dipasarkan adalah bagian dari tanggung jawab moral kepada safety customers dan itu adalah amanah yang akan selalu saya emban.

 

Jika dua tahun lalu  saya langsung short cut menjual product tanpa BPOM, kesempatan untuk memiliki saluran distribusi premium hanya akan menjadi mimpi di siang bolong.

 

Semakin saya sadari jika yang saya butuhkan bukan “bagaimana cara sukses” tapi “bagaimana bisa bertahan sampai sukses”.  Makna sukses pun bukan berarti kaya karena orang kaya belum tentu hidup tenang.  Makna sukses bagi saya adalah jika bisa menjalankan business dengan  tenang dan penuh amanah.

 

“Behind every brilliant performance, there were countless hours of practice and preparation.”Unknown

February 25th, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!