0062 8119985858 info@sarahbeekmans.co.id

“If you want to walk into my life, the door is open.If you want to walk out of my life, the door is open. Just one request, don’t stand at the door. You’re blocking traffic”

Unknown

 Langit senja menyelimuti kota Basel saat itu dengan warna layaknya kobaran cinta dengan pancaran sempurna perpaduan orange, pink mutiara dan  hamparan  ungu diantara warna tersebut.  Sebelum beranjak ke kamar untuk sholat, saya dan Lucia sempat menikmati indahnya lembayung senja.

Saat sedang menatap keindahannya,  tiba-tiba terdengar suara lirih ditemani tetesan air mata yang tak henti kembali berjatuhan secara perlahan dari pelupuk mata Lucia saat itu.  Air mata yang tadinya sudah mengering di pipinya kembali merona merah dan basah oleh tetesan airmatanya.

“Kenapa ?” Menengok ke arah Lucia , mukanya memerah karena mencoba menahan tangis yang tak terelakkan.

“Saya takut menerima kenyataan kalau Michael ternyata tidak mempunyai perasaan yang sama dengan saya. Ia hanya mau menemani jika kamu lagi sibuk.”

Listen Lucia, penolakan akan selalu menyakitkan. Kamu tahu kenapa menyakitkan ?”

Lucia hanya menatap nanar dengan wajah masih bersimbah  air mata.

“It hurts because it damages your self confidence and akan membuat kamu semakin bertanya mengenai your self worth. Jika Michael mencintai kamu, ia akan menjadikan kamu top priority. Ia akan memikirkan kamu melebihi dirinya, tapi jika ia menganggap kamu hanya sebagai pilihan dalam hidupnya, kamu harus move on.”

“Saya belum siap dan tidak akan pernah siap.” Lucia mengeluarkan perkataan dengan suara seakan tercekat.

“Waiting for him is just putting your life on hold. You have an amazing life to live unquestionably. I know it’s not easy to accept the fact that he doesnt want you anymore…” Ucapan saya langsung di sambung oleh Lucia.

Or actually he never wanted me ? Menurut kamu apakah seperti itu ?”

“Apa pun itu,  you deserve better. Always know your worth and that your time is of the essence.” Kembali mengucapkan dengan suara lembut mencoba menenangkan Lucia.

“Love is a mutual connection. If he doesn’t feel the same love as you do, you should never hold him because you are just holding a false hope.”

Saya kembali melanjutkan dengan intonasi yang lebih firm dan Lucia semakin menundukkan wajahnya.

“Lucia, ayo kita ke arah sana, akan terlihat dari jauh atap dari kampus kita.Indah dan sangat romantic yah?”

“Apanya yang indah dan romantic ? Hanya sebuah atap, sama dengan atap gedung lainnya,, bahkan tidak terlihat jelas karena tertutup pepohonan.”

Menjawab  sembari mengeryitkan kening dan menatap saya menunggu jawaban.

“Coba kamu melihatnya dengan mata hati.”

How?” Semakin terlihat bingung.

“Mata hati tidak bisa dilihat dengan kasat mata karena tidak berwujud. Itu hanyalah perumpamaan yang sangat mendalam karena pada hakikatnya mata hati tidak pernah salah.”

“Semua orang memilikinya namun tidak semua orang peka untuk mencoba masuk ke dalam dan mendengarkan saat mata hati ternyata mampu berbicara. Coba pejamkan mata dan tenangkan  hati , kalau sekarang apakah kamu bisa mendengarkan desiran angin ?”

“Iya, terdengar dan saya merasa sangat damai, seakan angin turut serta merangkul dan mencoba meniup kesedihan saya.”

“Sekarang coba buka mata kamu dan kembali melihat atap kampus kita. Apakah masih sama dengan sebelumnya ? Hanya atap yang membisu tanpa ada nuansa lain ?”

“Cantik sekali karena saya bisa melihat pancaran senja yang menyelimuti.”

“Hidup ini seperti cara pandang kamu melihat atap kampus kita, apakah  indah atau sebaliknya. Kamu yang tentukan sehingga sering-seringlah mengikutkan mata  hati saat melihat segala sesuatu.”

“Saya akan lebih sering melatih untuk melihat dengan mata hati. Sarah, kini saya sadari bahwa penolakan pastinya akan  menyakitkan tapi akan membantu proses saya untuk rebuild and regrow.”

Remember, never let anyone put you as an option. Options are for materialistic things, not a living being, especially not for a kind-hearted woman like you. “

“I won’t let it happen because in the end it would actually be more detrimental to my life and my growth. Thank  you, Sarah.“

“You can wait for them to change their mind and decide they want you, or you can live such an awesome life that you change your mind about waiting for an answer. Which is it going to be ?”

Matthew Hussey – Dating expert and confidence coach for women

15th of July, 2022

Bagikan ini:
error: Content is protected !!